Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Program pendidikan gratis dan berkualitas. Karena itu, masalah pendidikan dan kesehatan hal yang penting bagi masyarakat, karena menyangkut harkat hidup orang banyak. Selama ini banyak wali murid di Jawa Timur/Jatim yang mengeluhkan tingginya beaya SPP. Kondisi ini, menjadi faktor tingginya siswa putus sekolah yang berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Terkait hal itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memandang serius masalah pendidikan. Karena itu pada tahun ajaran/TA baru 2019-2020 ini dia menganggarkan dana sebesar Rp 1, 8 triliun untuk membebaskan beaya uang sekolah/SPP untuk 733 SMA dan 224 SMK Negeri di Jatim.

“Sedangkan untuk sekolah swasta juga akan disubsidi sebagian,” kata Gubernur Jatim, Hj Khofifah Indar Parawansa kepada bisnissurabaya.com Kamis (13/4). Tidak hanya itu, setiap siswa baru SMA dan SMK di Jatim akan mendapat perlengkapan 2 stel seragam sekolah dari pemprov. Target kami yang utama adalah mengurangi anak putus sekolah karena beaya SPP,” jelas mantan Menteri Sosial ini.

Dengan adanya kebijakan SPP gratis untuk SMA dan SMK, maka menghapus segala kekhawatiran  beberapa pemerintah kabupaten/kota yang selama ini beranggapan di bawah kewenangan pemerintah provinsi/pemprov, beaya pendidikan jadi mahal. (nanang)