Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Mengawali usaha tak harus dengan modal. Hanya, bermodalkan gadged dan paket internet, ibu-ibu rumah tangga pun bisa menghasilkan omset yang fantastis.

Seperti, salah satu usaha fashion online yang ada di Desa Tamansari RT 01 RW 02 Kecamatan Tegalsari Banyuwangi ini. Dengan labelnya Shine Polaris, mampu menembus market hingga ke seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Berada di desa kecil yang jauh dari kota, tak membuat usaha wanita berusia 34 tahun ini kehilangan akal.

Busana muslim diperagakan model. (Foto/ist)

Dia mempromosikan usaha fashion yang sudah dirintisnya sejak 4 tahun silam ini melewati media sosial. Saat ini, penjualan produk fashionnya dibantu lebih dari 10 reseller dan masuk ke beberapa store, tersebar di beberapa kota di Indonesia.

“Awal memulai usaha, saya menarget kota- kota yang memiliki selera fashion tinggi. Seperti, Jambi, Kalimantan dan Maluku,” kata wanita yang biasa di sapa Essy Polaris ini, belum lama ini.

Persaingan industri fashion, kata dia, menjadi kendala tersendiri bagi industri kecil. Pihaknya, memiliki strategi untuk menarik minat pasar.

“Strategi kami dengan berpromosi secara gencar juga pendekatan ke calon custimer,” ucapnya. Disamping sering mengadakan quiz untuk mempertahankan customer agar tidak berpindah ke olshop lain.

Dengan strategi yang bagus tak heran Shine Polaris berkembang cepat. Bahkan, mampu meraup omset puluhan juta per bulan. Dengan jumlah pegawai total 10 orang mampu memproduksi lebih dari 300 set busana per bulan. Harga baju pun dibrandol mulai Rp 200.000 hingga Rp 700.000 untuk busana syari. Dan Rp 500.000 – Rp 2 juta untuk gaun malam.

Shine Polaris juga memproduksi hijab dalam berbagai model. Mulai dari pasmina instan, squer dan khimar syari yang unik. Pihaknya, juga memberikan tutorial hijab bagi para customer.

“Ini adalah bagian dari strategi marketing kami. Yakni, menjual hijab dan memberikan tutorial hijab melalui video yang kami unggah di instagram atau kami kirimkan langsung melalui aplikasi whatsap,” ungkapnya.

Dengan begitu, custimer tak perlu mati gaya dalam berhijab sesuai keinginan. Disamping itu, pihaknya juga membantu mencarikan warna hijab yang tepat untuk dipadu padankan dengan busana pelanggan.

Diakuinya, persaingan industri fashion tergolong ketat. Karena itu, harus pandai membaca pasar. “ Kita harus mengetahui selera market kita seperti apa. Juga, kita harus memiliki karakter dari design kita sendiri,” ungkapnya.

Saat ini Shine Polaris sendiri memiliki karakter feminin romantic. Dimana mengutamakan tampilan dan warna- warna pastel dalam setiap designnya.

Selain memiliki rasa percaya diri, seorang desainer harus bangga dengan karya produk fashion mereka dan mengenalkan ke masyarakat.

Lewat beberapa event fashion show, Essy mencoba mengenalkan setiap karakter designnya.

“Promosi bisa lewat mana saja. Selain fashion show, saya biasa menggunakan jasa endorsement para selegram instagram. Termasuk, melalui beberapa aplikasi online shop seperti Buka Lapak, Toko Pedia, Shoppe dan banyak lagi aplikasi lain,” ucaonya. Menurut dia, makin banyak menggunakan berbagai aplikasi, peluang mengenalkan produk kian luas.

Di garment dan butiknya berbagai koleksi busana ready to wear terpajang di ruangan display . Menurutnya, ini sebagian dari sample produk karena selain menyediakan ready to wear, pihaknya juga menerima jasa pemesanan produk atau pree order. Hanya, dengan mengandalkan selembar foto produk Shine Polaris mampu mendapatkan order puluhan dari para customernya.

Dari sekian banyak produk fashion yang ditawarkan Shine Polaris, memilih busana muslim sebagai produk andalan. Mulai dari busana syari, bridal gown, evening gown dan masih banyak lagi produk lainnya.

“Berbisnis perlengkapan muslim ini sangat menjanjikan. Terutama mendekati ramadhan omsetnya bisa dua kali lipat,” akunya.

Pihaknya, membuka Pree order lebaran,  4 bulan sebelum ramadhan. Itu pun terkadang masih kualahan melayani pelanggan.

Ramadhan kali ini Shine Polaris mengalami peningkatan pemesanan. Produk terbaru nya ludes terjual di awal ramadan.

Dengan penjualan yang terus meningkat Shine Polaris mampu meraup omset Rp 20 juta per bulan pada  hari biasa. Dan Rp 40 juta mendekati ramadhan.

Dari online shop biasa merambah ke panggung fashion show. Ia mengakui, memiliki customer dari berbagai kota menjadi kendala bagi berbisnis online. Selain ongkos kirim mahal, barang juga sampainya lebih lama.

“Saat ini, Shine Polaris menjadi suplier beberapa toko di Halmahera Maluku untuk memudahkan customer mendapatkan produk kami,” ungkapnya. Selain itu juga, ada di Nabire Papua, Jambi, Makasar, Lombok, Bandung dan kota lainnya.

“Saya berharap tahun ini jumlah reseller dan cabang makin bertambah, “ harapnya.

Selain pendekatan ke customer, kualitas produk dan promosi Essy mempunyai target khusus untuk bisa menembus omset yang ditargetkan.

Selain gencar berpromosi, untuk menarik minat konsumen, pihaknya selalu membuat inovasi. Dalam hal  promosi produk pun kerap melibatkan para customer atau reseller.

Hal ini, bisa terlihat di akun instagramnya. Meski baru memiliki follower 3.000, namun penjualan produknya terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, ada kiat khusus sukses berbisnis online. Hal pertama, sebelum memulai bisnis ketahui talenta di dalam diri kita. Bidang apa yang menonjol. “Gali terus dan temukan talenta di dalam diri. Jangan takut pada kritikan saat memulai usaha. Kritikan adalah pondasi dalam membangun bisnis yang kokoh,” ucap wanita yang tergabung dalam Organisasi Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan anggota Komunitas Designer Banyuwangi.

Menurut dia, tak mudah menyerah dan fokus adalah kunci sebuah keberhasilan. Jangan pernah berhenti belajar agar tak ketinggalan hal-hal baru diera yang serba cepat. Memanfaatkan perkembangan teknologi bisa menjadi pilihan bagi para pemula.

“Memulai dari hal terkecil untuk meraih hal yang lebih besar,” pungkasnya. (tin)