Tuban (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 221 atlet dari 24 cabang olahraga (cabor) KONI Tuban yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-6 tahun 2019 mulai dikarantina untuk mengikuti Sentralisasi Training Center (STC). Selain itu, semua atlet, pelatih dan tim monitoring dan evaluasi (monev) Koni Tuban juga mendapatkan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua Koni Tuban Mirza Ali Manshur, mengatakan, STC dilakukan di Perum PT Empat Sekawan Kelurahan Latsari, Tuban, sejak 10 Juni hingga 5 Juli mendatang. Diharapkan, dengan sentralisasi atlet dan pelatih ini bisa lebih fokus dalam menempa diri untuk menuju prestasi gemilang.
“Jadi, yang kami STC ini adalah atlet yang menurut catatan Tim Satlak Pantas Tuban layak mendapatkan medali di Porprov. Meski atlet lain di luar STC juga tetap kita bina,” kata Ketua Mirza Ali Manshur, kepada bisnissurabaya.com di Tuban Selasa (11/6) kemarin.

Ditambahkan, atlet Koni Tuban yang bakal mengikuti laga di Porprov 2019 sebanyak 452 atlet. Sementara yang dikarantina hanya 221 atlet. Dan yang tidak mengikuti TC diharapkan tetap berlatih dengan semangat sesuai arah pelatih di masing-masing cabor. Sementara itu, Ketua Tim Satlak Pantas Tuban, Zainudin, menambahkan, sentralisasi atlet dan pelatih tersebut untuk memantapkan dan memantau atlet serta pelatih dalam mempersiapkan diri menjelang Porprov.

Selama sentralisasi, kata dia, semua atlet dan pelatih akan melaksanakan program latihan yang sudah dijadwalkan Tim Satlak, mulai dari jam latihan hingga jam istirahat. “Selain itu, mereka nanti juga akan mendapat tambahan motivasi dari motivator,” imbuhnya. Dari 36 cabor yang terdiri dari 452 orang atlet dan pelatih yang terdaftar mengikuti Porprov VI Jatim, hanya atlet dan pelatih cabor great A yang di sentralisasi. Selebihnya TC di masing-masing cabor.

Diasuransikan
Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Tuban, memberikan asuransi kepada seluruh atlet, pelatih dan Tim Monev yang mengikuti Porprov VI Jawa Timur/Jatim yang akan digelar pada Juli mendatang. Program asuransi tersebut bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tuban.
“Sebanyak 452 orang atlet dan pelatih yang tercover asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar H Mirza Ali Manshur, ST., MM. Pemberian asuransi tersebut merupakan bentuk perhatian lebih dari Koni Tuban kepada semua atlet dan pelatih. Dengan demikian, jika ada atlet dan pelatih yang mengalami cidera ataupun sakit, seluruh biaya pengobatan akan tercover oleh BPJS.

“Semua atlet kita cover di BPJS, jadi jika ada atlet yang cidera atau sakit, terbebas dari biaya pengobatan,” bebernya. Menanggapi hal itu, Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Tuban, Rofiul Mashudi, menerangkan bahwa memang benar sejumlah atlet di Koni Tuban mendaftarkan diri mengikuti program BPJS Naker yang berlaku selama dua bulan atau pada saat even Porprov VI Jatim, setelahnya sudah tidak tercover BPJS.

“Untuk saat ini, program kerjasama BPJS dan Koni Tuban ini hanya dua bulan saja,” kata Rofiul. Koni Tuban mendaftarkan semua atletnya di Program BPJS Naker kelas 1, sehingga semua resiko kecelakaan kerja terhadap atlet tercover BPJS. Rofiul berharap, program kerjasama BPJS bersama atlet Koni tersebut bisa berlanjut tak hanya 2 bulan saja. Pasalnya, atlet juga pekerja yang membela dan mengemban tugas atas nama daerah. (imam suroso)