Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Aan alias Bodong (38) hanya bisa tertunduk lesu Senin (3/6). Warga Desa Temu Kecamatan Prambon adalah tersangka kasus pengeroyokan terhadap DS alias Aje, beberapa hari lalu.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muh Harris, mengungkapkan, pengeroyokan tersebut dilakukan tersangka bersama kedua rekannya yang berinisial B alias Pakde (43) dan K (40) yang hingga ini masih buron.

“Pelaku adalah suruhan seseorang untuk mengambil mobil rentalan yang belum dikembalikan sampai sekarang sekaligus uang sewa mobi yang juga belum terbayar pada teman korban yang berinisial E,” terangnya.

Saat itu, korban dianiaya dengan cara dipukuli secara bergantian oleh tersangka. Setelah itu, ia dibonceng motor oleh tersangka ke rumah L alias Cempluk di Desa Temu Kecamatan Prambon. Di rumah tamu Cempluk itu, korban kembali dihajar bersama-sama.

Tak puas, korban diseret ke dalam kamar untuk diinterograsi sambil terus ditendang dan dipukuli, dengan tangan kosong maupun menggunakan gagang pisau. Bahkan, tersangka sempat mengancam korban menggunakan pistol jenis airsoft gun agar mau menunjukkan keberadaan temannya.

Tak kuasa menahan sakit, akhirnya korbanpun menunjukkan tempat kos temannya di daerah pemukiman Kodam V Brawijaya Surabaya. Korban pun dikeler menuju lokasi. Namun, mereka tak menemukan orang yang dicari.

Selanjutnya mereka kembali ke Sidoarjo. Namun, sebelum diantar pulang, korban dibawa ke rumah B terlebih dahulu di Krian. Disitu korban dipukuli lagi oleh para tersangka hingga babak belur.

Dari kasus ini, polisi menyita sebuah senjata airsoft gun jenis revolver warna hitam dan 6 butir selongsong berisi pelor atau gotri. “Pelaku dijerat Pasal 170 Ayat (1), (2) ke 1e KUHP atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP Tentang Pengeroyokan dan mempunyai ancaman hukuman penjara 7 tahun,” jelas Haris. (uko)