Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Hari ini merupakan hari terakhir di bulan ramadhan 1440 hijriyah. Dan malam kemarin merupakan malam terakhir umat muslim melaksanakan makan sahur untuk persiapan ibadah puasa.

Di Surabaya dan beberapa kota lain di Indonesia, kegiatan makan sahur tidak lepas dari kegiatan patrol yaitu ritual keliling kampung dengan membunyikan alat musik sederhana seperti kentongan dan lain lain, tujuan kegiatan ini untuk membangunkan umat muslim agar segera makan sahur.

Foto bersama Karang Taruna Surabaya dan Muspika. (Foto/nanang)

Tradisi langka inilah yang terus dilestarikan oleh Karang Taruna Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya. Melalui kegiatan lomba patrol yang diadakan tiap tahun mereka mencari bibit seniman patrol.

“Kegiatan lomba patrol 2019 diselenggarakan oleh Karang Taruna Tenggilis Mejoyo bekerja sama dengan Satuan Relawan Kebakaran dan Forum Olahraga Masyarakat. Diikuti 14 tim dari Surabaya dan Sidoarjo,” kata Ketua Karang Taruna Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Zubaidulloh, kepada bisnissurabaya.com

Kegiatan lomba patrol dlaksanakan hari Minggu (31/5) di lapangan Pringgodani Kutisari. Dihadiri oleh Sekretaris Karang Taruna Jawa Timur Twiadi, Ketua Karang Taruna Surabaya Fuad Benardi, Sekretaris Karang Taruna Surabaya dr Sukma Sahadewa, Muspika Kecamatan Tenggilis Mejoyo dan masih banyak lagi. Fuad Benardi berkenan melepas peserta lomba untuk roadshow di sepanjang perjalanan menuju lapangan Pringgodani.

Penampilan yang dibawakan oleh masing-masing tim begitu rancak dan menarik. Mereka tampak begitu bersemangat menyanyi dan memainkan alat musik yang dibawanya.

“Peserta dinilai dengan parameter penilaian yang meliputi pesan moral, estetika, dan kreasi” jelas pria yang akrab disapa Ubed ini.

Setelah dilakukan penilaian oleh tim juri, maka didapatkanlah 3 pemenang yaitu tim Alhamdulilah, Putro Sepisan, Lingsir Wengi.

“Insya Allah tahun depan kami akan meningkatkan lomba patrol ini menjadi kegiatan tingkat provinsi,” tambah laki-laki yang juga relawan Tagana ini. (nanang)