Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Uang baru diminati umat muslim saat lebaran. Karena itu, pedagang uang baru di pinggir jalan sangat dicari. Mereka hanya mengambil jasa 10 persen. Misalnya, bila ada konsumen yang ingin menukar uang dengan yang baru pecahan Rp 1.000 sebesar Rp 100.000 harus membayar Rp 110.000. Demikian juga bila menukarkan uang Rp 5.000 sebesar Rp 500.000, harus mengganti dengan uang Rp 550.000.

Guna, memenuhi kebutuhan penukaran uang baru, Bank Indonesia/BI Jawa Timur/Jatim telah mempersiapkan layanan penukaran uang sebesar Rp 33,4 triliun saat ramadhan hingga lebaran ini.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, kebutuhan uang baru ini sebagai dampak dari peningkatan transaksi di masyarakat saat libur lebaran. Diperkirakan, kebutuhan akan uang tunai di Jatim pada periode ramadhan ini sebesar Rp 33,4 triliun atau naik 15 persen dari tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp 29 triliun.

Bos BI Jatim ini mendorong masyarakat untuk memperlakukan dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 Jangan. Yakni, jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasah. Sementara, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Yudi Harymukti, menambahkan, momentum Idul Fitri ini, pihaknya memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang tunai, sebagai dampak dari peningkatan transaksi di masyarakat dan libur lebaran ini.

“Khusus periode ramadhan hingga lebaran diperkirakan kebutuhan akan uang tunai di Jatim sebesar Rp 33,4 triliun.” Kata Yudi, saat Bincang Bareng Media (BBM) di kantor BI belum lama ini. Untuk Surabaya, kebutuhan uang tunai sekitar Rp 17,1 triliun meningkat 14,77 persen dari tahun lalu.

Namun demikian, masyarakat Jatim tak perlu khawatir dengan kecukupan uang rupiah, selama periode ramadhan hingga Idul Fitri 2019 ini.

Sebab, BI siap melayani kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran masyarakat selama ramadhan, hingga menjelang Idul Fitri 1440 H/. Untuk melayani dan memenuhi kebutuhan uang recehan KPw BI Jatim telah melakukan langkah antisipatif, melalui koordinasi dengan perbankan dan pihak terkait lainnya, untuk melakukan layanan penukaran kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, ada beberapa titik penukaran uang jelang lebaran. Diantaranya, penukaran uang di outlet perbankan, penukaran uang bersama perbankan di lapangan Kodam Brawijaya V Surabaya, serta layanan di 17 rest area pada delapan ruas jalan tol (Surabaya-Gempol, Surabaya-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Mojokerto-Jombang, Gempol-Pasuruan, Ngawi-Kertosono, Pandaan-Malang dan Pasuruan-Probolinggo).

“Kita telah bekerjasama dengan 68 perbankan untuk membuka layanan penukaran di lebih dari 341 outlet perbankan di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” terangnya. Yudi menyatakan, layanan penukaran melalui perbankan serupa berlangsung pula di kabupaten atau kota seluruh Jatim yang memasang spanduk layanan penukaran.

Selain melalui outlet perbankan, BI bekerjasama dengan 12 bank di wilayah Surabaya membuka layanan penukaran uang bersama di Lapangan Makodam Brawijaya V Surabaya waktu itu pada  21- 23 Mei serta 27-29 Mei dengan jumlah maksimal penukar setiap hari adalah 1.300 orang.

Ia menambahkan, BI juga telah bekerjasama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan perbankan untuk menyediakan Layanan Gerak Perbankan di 15 rest area dan empat gerbang tol pada enam ruas jalan tol yaitu Surabaya-Gempol, Surabaya-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Mojokerto-Jombang, Ngawi-Kertosono dan Pasuruan-Probolinggo pada tanggal 25 Mei – 15 Juni 2019. Khusus untuk layanan penukaran akan tersedia pada 28, 29 dan 31 Mei 2019. Jumlah orang yang dilayani maksimal 600 orang per hari.

“Aturanya, nilai maksimal yang dapat ditukarkan oleh satu orang adalah sebesar Rp 3,7 juta yang terdiri dari pecahan Rp 2.000,00 hingga Rp 20.000,” pungkas Yudi. (ton)