Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ancaman kanker begitu nyata. Meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono, di sebuah rumah sakit Singapura karena penyakit kanker darah yang dideritanya kemarin Sabtu (1/6) menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang.

Mereka bertanya-tanya tentang keganasan penyakit yang juga telah menyebabkan meninggalnya komedian Dono Warkop DKI, artis Dian Pramana Poetra, dan mubaligh Ustadz Arifin Ilham.

“Kanker hematologi, juga dikenal sebagai kanker darah adalah kanker yang mempengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar kanker darah dimulai dari sumsum tulang dimana darah diproduksi. Sel-sel kanker mencegah sel-sel darah normal untuk menjalankan fungsinya,” kata praktisi kesehatan dr Sukma Sahadewa, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Minggu (2/6).

Sebenarnya terdapat 3 jenis kanker darah paling umum. Yaitu, leukemia, limfoma, dan myeloma. Leukemia adalah kanker sel darah putih, yang menghentikan sel darah putih dalam melawan infeksi.
Ini adalah jenis yang paling umum dari kanker darah. Ketika seseorang memiliki leukemia, sumsum tulangnya tidak mampu memproduksi sel-sel darah merah yang cukup dan trombosit untuk memasok kebutuhan tubuh.
Berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, leukemia ini dibedakan menjadi beberapa jenis. Yaitu, akut dan kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diobati.

Limfoma
Kanker darah limfoma berkembang pada limfosit – tipe sel darah putih yang berperan untuk melawan infeksi. Kanker jenis ini juga mempengaruhi kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian lain dari tubuh. Limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini akan mengurangi daya tahan tubuh penderitanya terhadap faktor berbahaya dari luar.
Limfoma terdiri dari berbagai jenis, tetapi dua kategori utama dari limfoma adalah, Limfoma hodgkin, yang melibatkan tipe limfosit sel B yang tidak normal disebut sel Red-Sternberg. Jenis ini termasuk limfoma yang lebih jarang terjadi
Limfoma non-hodgkin, yang bisa terjadi pada sel B atau sel T.

Myeloma
Myeloma adalah jenis kanker yang terbentuk oleh sel plasma ganas. Sel plasma menghasilkan antibodi (atau immunoglobulin) yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman. Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting.
Sumsum tulang adalah jaringan lunak di dalam beberapa rongga tulang. Selain sel plasma, sumsum tulang juga memiliki sel-sel yang membangun jenis sel darah lainnya.

“Kanker berawal ketika sel-sel di dalam tubuh mulai tumbuh tidak terkendali. Sel-sel di hampir semua bagian tubuh lainnya bisa menjadi kanker, dan dapat menyebar ke area tubuh lainnya. Kanker darah jenis ini mencegah produksi antibodi normal, yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh kita menjadi lemah dan rentan terhadap infeksi,” jelas Sekretaris Karang Taruna Surabaya ini.

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi kanker darah adalah:
Berolahraga secara teratur, disiplin mengikuti gaya hidup sehat, mengindari herbisida, pestisida, dan insektisida mengindari paparan radiasi, makan makanan sehat dan minum banyak air putih, dan minum obat secara teratur sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Sebenarnya penyebab kanker darah adalah pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel darah. Normalnya, sel-sel darah di dalam tubuh mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian tapi sel-sel kanker darah tidak. Sel-sel penyebab kanker darah tidak mati secara otomatis. Selain itu, sel-sel kanker darah yang tidak normal dapat menyebar ke daerah lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

Secara umum para ilmuan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker darah. Namun, para ahli menduga bahwa perubahan dalam DNA bisa membuat sel-sel darah yang sehat menjadi kanker.

“Kanker ini juga memiliki kecenderungan genetik. Jadi, jika keluarga terdekat seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka juga berisiko memilikinya,” tambah warga Gununganyar ini.

Selain itu, ada juga faktor-faktor lain yang bisa jadi penyebab kanker darah. Di antaranya paparan bahan kimia berbahaya, paparan radiasi, serta infeksi virus tertentu.

Gejala kanker darah berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut beberapa gejala kanker darah yang paling khas berdasarkan jenisnya: Gejala kanker darah leukimia

Gejala leukimia pada dasarnya sulit untuk dikenali kerena tidak memiliki ciri-ciri yang khas. Meski begitu, leukimia memiliki banyak gejala yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini ini, seperti: anemia,
darah sukar membeku,
sering mengalami perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar,
rentan terkena infeksi
nyeri pada persendiannya atau di bagian tulang belakang,
sakit kepala yang intens,
nafsu makan menurun,
mengalami penurunan berat badan secara drastis, muncul keringat berlebih di malam hari. (nanang)