Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan Pemilu 17 April lalu perlu dievaluasi. Meski, tahapan pasca pemilu belum resmi selesai, karena belum sampai pada tahapan pelantikan Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provins, DPRD Kota/Kabupaten. Namun, berbagai pihak mulai melakukan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan pemilu 5 tahun kedepan.

“Secara umum penyelenggaraan pemilu 2019 berjalan baik, walaupun ada 15 orang anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Surabaya yang meninggal dunia. Mereka mengalami kelelahan fisik dan mental,” kata Komisioner KPU Surabaya, Wahyu Kuncoro, kepada bisnissurabaya.com disela-sela seminar regional bertajuk evalusi pemilu serentak 2019 di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Selasa (28/5) kemarin.

Menurut dia, idealnya saat perekrutan KPPS wajib mensyaratkan ijazah pendidikan minimal SMA, dan harus diperiksa kesehatannya secara menyeluruh. Hal itu dimaksudkan supaya bisa diketahui rekam jejak kesehatannya. Pemilu serentak 17 April lalu di Surabaya, mengalami kenaikan jumlah DPT dan suara sah dibandingkan pemilihan Gubernur Jawa Timur/Jatim 2018 lalu. Hal ini, menambah panjang waktu pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara.

“Pilpres yang menyatu dengan Pileg, telah meningkatkan partisipasi politik. Ditambah lagi dengan hadirnya caleg milenial yang tersebar di banyak parpol,’’ jelas mantan Komisioner Komisi Pelayanan Publik ini. Untuk mengatasi panjangnya proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang selesai hingga tengah malam, ada wacana untuk pengelompokan pemilu menjadi lokal dan nasional.

“Jadi nanti ada pemilu presiden yang menyatu dengan pemilihan DPR RI dan DPD RI, pemilihan Gubernur menyatu dengan pemilihan DPRD Provinsi, dan pemilihan Walikota/Bupati menyatu dengan pemilihan DPRD Kota/Kabupaten,” tambahnya. Ada juga gagasan pemilu diatur berdasarkan zona. Yaitu, Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Hal ini untuk memudahkan proses pengorganisasian pelaksanaan pemilu.

Dari banyak gagasan pemilu, yang menarik adalah usulan pemilu e-voting. Hal ini, dilakukan untuk pemilu yang efektif dan efisien. Mengingat sistem online telah melahirkan kemudahan bagi kehidupan manusia. Seperti e-comerce, e- budgeting, dan e-money. Pemilu 2024 yang akan datang diharapkan lebih baik. (nanang)