Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Bencana lumpur Lapindo sudah terjadi 13 tahun lamanya. Karena itu, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) berupaya menarik investor agar tertarik dengan kawasan terdampak lumpur. Salah satunya, berupaya memberikan insentif dan kemudahan bagi investor yang berani menanamkan modal usahanya di kawasan yang bakal dijadikan lahan Geopark itu.

Untuk itu, Pemkab Sidoarjo menyatakan kawasan itu aman berdasarkan kajian para ahli geologi. Pemkab juga bakal memberikan insentif kemudahan perizinan dan potongan pajak bagi investor yang mendirikan usaha di kawasan terdampak lumpur. “Kami berkeinginan melakukan percepatan investasi di kawasan strategis Geopark dan Geowisata yang ada di lokasi lumpur,” kata Kepala DPM PTSP Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono, kepada bisnissurabaya.com, di Sidoarjo Selasa (28/5) kemarin.

Ari, yang juga mantan Kabag Umum ini, usai ada penetapan lokasi prioritas percepatan investasi di kawasan lumpur itu, bakal ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Sidoarjo. Isinya soal tidak hanya amannya kawasan itu berdasarkan kajian ahli geologi. “Tapi juga memberikan kemudahan perizinan dan pajak, IMB, PBB, dan BPHTB agar pertumbuhan ekonomi berkembang pesat,” tegasnya.

Sementara, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jatim, Handoko Teguh Wibowo, menegaskan beberapa titik wilayah terdampak lumpur, saat ini sudah cukup aman. Bahkan, tingkat kerawanannya berkurang. Indikasinya, volume lumpur yang menyembur, sudah berkurang secara signifikan.

“Buble (gelembung gas) juga sudah tidak ada. Karena itu, zona kawasan sisi barat dari titik semburan lumpur, yang paling memungkinan untuk investasi. Selain buble sudah tidak ada, tingkat penurunan tanahnya sudah sangat rendah dan semburan bukan lumpur tapi tinggal air saja,” pungkasnya. (uko)