Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Indonesia pantas mendapat penghargaan bidang toleransi dan kemajemukan. Betapa tidak, Indonesia walau secara resmi memiliki enam agama, namun kehidupan masyarakatnya rukun dan harmonis. Kondisi ini berbeda dengan beberapa negara yang ada dibelahan bumi lainnya. Walaupun, hanya memiliki satu agama, namun dilanda perang saudara yang berkepanjangan hingga sekarang.

Nilai luhur sasanti Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu karya Mpu Prapanca yang terkandung dalam Pancasila benar-benar dijiwai sebagian besar bangsa Indonesia. Nilai toleransi dalam keberagaman tersebut, yang menggerakkan hati puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Hindu Kabupaten Mojokerto untuk melakukan kegiatan yang menunjukkan kepedulian terhadap saudaranya yang beragama Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Karena itu, Sabtu (25/5) bertempat di salah satu ruas sepanjang jalan Pohjejer Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, mereka melakukan pembagian takjil untuk pejalan kaki dan pengendara kendaraan yang melintas di jalan tersebut. “Agama kami mengajarkan Tat Twam Asi yang berarti aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Pandanglah semua orang adalah saudara yang membutuhkan pertolongan orang lain, tanpa melihat apapun agamanya,” kata pimpinan Perhimpunan Pemuda Hindu Mojokerto Harnowo Sathya, bisnissurabaya.com Sabtu (25/5).


Terlihat wajah penuh kegembiraan saat para pelintas jalan menerima takjil yang dibagikan tersebut. Juga nampak senyum lepas serta rasa ikhlas yang ditunjukkan generasi muda Hindu tersebut. Sikap toleransi yang ditunjukkan dengan membagi takjil oleh generasi muda Hindu ini juga merupakan wujud keberhasilan pemerintah dalam membina kerukunan antar umat beragama.
Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang memiliki pemeluk agama Hindu terbesar di Jawa Timur/Jatim. (nanang)