Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menjelang lebaran, penjualan perlengkapan ibadah untuk umat muslim booming. Momen inilah, yang diambil perusahaan asal Malaysia yang memproduksi mukena memasarkan produknya di pusat perbelanjaan Tnjungan Plaza/TP Surabaya. Sasarannya, siapa lagi kalau bukan masyarakat Jawa Timur/Jatim, khususnya yang berdomisili di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Nganjuk dan Lamongan.

 

Nindy Crisya Marzaretah. (Foto/bw)

‘’Pasar di Jatim khususnya Surabaya sangat prospektif. Apalagi menjelang lebaran,’’ kata Chief Executive Officer/CEO Mukena Siti Khadijah/SK, Mohammad Munzir Aminuddin, didampingi General Manager/GM SK Indonesia, Nindy Crisya Marzaretah, kepada di Surabaya Selasa (21/5) siang. Mukena SK merupakan perlengkapan ibadah untuk wanita yang berasal dari negeri Jiran Malaysia.

 

Karena itu, kata dia, tak berlebihan pakaian untuk ibadah ini menjemput pasar dengan membuka outlet di Surabaya. Sebelum di kota buaya, SK terlebih dahulu memasarkan produknya di Jakarta, Bandung, Palangkaraya. Bahkan, CEO Munzir, menyebut, memiliki pabrik di Jabar dengan produksi 2.000 mukena per hari.

SM SK Indonesia, Nindy Crisya Marzaretah, menambahkan, pihaknya telah masuk ke Indonesia sejak 2015 lalu melalui pemasaran online. ‘’Pembeli mukena lewat pasar online paling banyak berasal dari Jakarta dan Surabaya. Karena itu, kami nekat membuka outlet di TP Surabaya. Meski tampil sebagai pendatang baru, Nindy, yang berparas cantik ini yakin dapat meyakinkan umat muslim di Jatim khususnya Surabaya.

Menurut Nindy, mukena ini tergolong tidak murah (harga mulai Rp 400.000 – Rp 2 juta) karena terbuat dari bahan berkwalitas yang ada di Malaysia. Keistimewaannya, pakaian ibadah wanita ini kelas premium disebabkan penggunaan jenis kain yang berkualitas tinggi. Seperti spun polyester benekndogi Jepang dengan desain inovotif yang fleksibel dibagian wajah lentur dibagian dahi dan dagu tanpa perlu diberi jarum/peniti atau anak jilbab untuk membuatny pas saat dikenakan.

‘’Ini menjadikon mukena SK unik bila dibandingkan dengan mukena lain yang sudah ada di pasaran. Sementara detail minimalis seperti renda menambah keindahan pad pemakai namun tetap sederhana sesuai syorok,’’ ujar Nindy. (bw)