Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Jelang lebaran, pejabat sibuk menyiapkan angkutan mudik dan operasi pasar. Misalnya, di Kabupaten Sidoarjo persiapan yang akan dilakukan diantaranya, mudik gratis dan operasi pasar yang sudah dilakukan di beberapa titik wilayah kecamatan dan balai desa.

“Sebanyak 35 bus disiapkan Pemkab Sidoarjo untuk membantu warga yang ingin mudik saat lebaran 2019. Mudik gratis melayani perjalanan dari Sidoarjo ke 7 kota atau kabupaten di Jawa Timur,” kata Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, di Sidoarjo Senin (20/5) kemarin. Mudik gratis berlangsung pada Senin (3/6) mendatang.

Armada bus yang disiapkan sebanyak 35 bus diantaranya, 10 bus dari Provinsi Jatim dan 25 bus dari Pemkab Sidoarjo. Sementara 7 kota atau kabupaten yang menjadi tujuan mudik bareng yakni Banyuwangi 4 bus, Jember 4 bus, Bojonegoro 1 bus, Blitar 1 bus, Ponorogo 9 bus, Magetan 9 bus dan Trenggalek 7 bus.

“ Sebelum berangkat, sopir dan kenek bus akan melakukan tes urine untuk antisipasi agar tidak terjadi laka lantas saat mudik lebaran,” tambah Sekretaris Dinas Perhubungan, Basuki Sugiarto saat memimpin rapat koordinasi mudik gratis di Kantor Dinas Perhubungan Kab Sidoarjo, Kamis, (16/5).

Seperti data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Sidoarjo, pendaftaran mudik gratis itu sudah dibuka sejak 15 April lalu. “Syarat untuk mengikuti mudik bareng gratis di Pemkab Sidoarjo, hanya membawa fotokopi KK dan KTP, serta mengisi formulir pendaftaran di Kantor Dishub Sidoarjo,” ujar Basuki. Sedangkan untuk stok kebutuhan pokok menjelang lebaran sudah dilakukan antisipasi oleh pemkab Sidoarjo, antisipasi dilakukan dengan cara operasi pasar bahan pokok.

Dari hasil operasi pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan PT Bulog (Persero)  melakukan operasi pasar di beberapa kecamatan dan bali desa. Kepala Disperindag Kab Sidoarjo, Charda, mengatakan kegiatan operasi pasar sudah dilaksanakan mulai 22 April – 10 Mei 2019.

Titik operasi pasar diantaranya, Balai Desa Banjarbendo, Balai Desa Sumput, Kecamatan Candi, Balai Desa Wedi, Kecamatan Gedangan, Kecamatan Sukodono, Balai Desa Keboharan, Balai Desa Watugolong – Krian, Keboan Anom-Gedangan, Balai Desa Keboansikep, Kecamatan Buduran, Balai Desa Kepadangan dan Lapangan Desa Kludan-Tanggulangin.

Komoditas yang dijual dalam operasi pasar, antara lain beras premium 5 kg seharga Rp 52.500, gula 1 kg seharga Rp 10.000, tepung 1 kg seharga Rp 7.700  dan minyak goreng 1 liter seharga Rp 10.000. “Respon masyarakat adanya operasi pasar ini disambut baik, dilihat dari banyaknya partisipasi masyarakat yang membeli sembako di balai desa dan kecamatan,” ujar Charda. (uko)