Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Ada harapan besar dari Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawangsa, kepada santri. Karena itu, gubernur wanita pertama di Jatim ini berpesan kepada santri untuk selalu mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI serta menjaga ahlussunnah wal jamaah dimanapun berada.

Saat ini, kata dia, yang menjadi pekerjaan rumah adalah menjaga ahlussunnah wal jamaah, menjaga Islam rahmatan lil alamin. Ia berharap wisudawan-wisudawati Ponpes Bumi Shalawat menjadi tunas-tunas ahlussunnah wal jamaah. ‘’Tunas-tunas ini akan membawa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa maju di dunia,’’ kata Khofifah, usai menghadiri wisuda angkatan III SMA dan Angkatan VI SMP Progresif Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo Sabtu, (18/5) malam.

Ia mengatakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan Sumber Daya Manusia/SDM nya. Menyiapkan SDM dengan membekali Science/sains, Technology/teknologi, Engineering/teknik, Art/seni, Mathematics/matematika (STEAM) adalah kuncinya. Hal tersebut diterapkan negara maju. Seperti Malaysia.

“Proses untuk bisa mengawal dan menjaga negara supaya berkemajuan, berkeunggulan, berdaya saing adalah SDM,”ucapnya. Sementara, Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin SH, menambahkan, model pendidikan pesantren saat ini sangat bagus. Modifikasi pembelajaran yang dilakukannya disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Seperti halnya pendidikan di Ponpes Progresif Bumi Shalawat Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo. Wabup yang akrab disapa Cak Nur, mengatakan Ponpes saat ini dapat menangkap kebutuhan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Model pendidikan yang diberikan dilengkapi dengan saint teknologi tanpa meninggalkan pendidikan agama khas pesantren.

Menurut dia, diera globalisasi generasi muda tidak hanya pandai dalam hal teknologi. Ilmu agama dan keimanan yang kuat diperlukan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, dirinya yakin lulusan pesantren seperti ini akan membuahkan kader-kader bangsa yang siap menghadapi tantangan saat ini dan yang akan datang.
“Ini modifikasi yang bagus. Pesantren progresif ini insya allah membuahkan kader yang siap menghadapi tantangan yang akan datang. Tetapi dibekali dengan ilmu agama dan keimanan yang kuat,” ucapnya. Menurut dia, manageman pendidikan sekolah yang baik sangat diperlukan. Kurikulum yang dibutuhkan pada zamannya harus diberikan kepada peserta didik.

Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Lebo KH. Ali Mashuri atau Gus Ali, berpesan kepada santrinya untuk selalu berpikiran positif. Nasib baik seseorang tidak ditentukan ijazah yang diperoleh maupun tempat sekolah. Namun, nasib baik ditentukan oleh isi pikiran dan hati. “Jika isi pikiran dan hatimu baik, insya allah akan menemukan kebaikan,” pesannya.
Gus Ali mengatakan berpikir positif merupakan kekuatan dasar dan separuh kesuksesan. Ia yakin orang yang tidak pernah berpikir positif tidak pernah menemukan kesuksesan sepanjang sejarah. Bukan dihadang orang lain maupun dibungkam orang lain namun gagal karena kekerdilan jiwanya sendiri. (uko)