Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Saat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengadakan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan takmir musholla maupun masjid se-Kecamatan Sukolilo Surabaya, Rabu, (15/5).

Yang bertujuan untuk memperkuat ukhuwah antara ulama dan umaro serta membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan masalah keumatan. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengatakan, bahwa jika silaturahmi yang terjaga antara ulama dan umaro akan membawa keberkahan umat dan negara.

Ulama yang istiqomah dan umaro yang amanah, bekerja sama dalam fungsi masing masing. Karena itu, ia mengajak seluruh takmir musholla dan masjid untuk ikut bergandengan tangan dalam membentuk karakter anak-anak muda serta membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh negatif.

“Ayo kita makmurkan masjid, kita buat agenda-agenda positif yang anak-anak bisa senang ketika berada di masjid. Artinya, senang bahwa agama islam itu indah,” terang dia di sela-sela acara yang berlangsung di Gedung Wanita Kalibokor Surabaya.

Ia mengatakan upaya untuk membentengi generasi muda itu tidak bisa hanya melalui pendidikan formal. Namun juga diperlukan pendidikan keagamaan yang tetap memegang teguh pada ideologi Pancasila. Karena itu diperlukan sebuah sinergitas yang kuat antara ulama dan umaro. “Saya kepingin anak-anak kita, anak di Surabaya tidak hanya patuh kepada orang tuanya. Tapi juga patuh kepada gurunya,” tandasnya.

Menurutnya, dengan cara memakmurkan musholla atau masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan, maka anak-anak akan merasa senang ketika berada di masjid. Dengan begitu, anak-anak sejak dini sudah mulai ditanamkan nilai-nilai kepribadian keagamaan yang baik. “Bagaimana sekarang kita menghidupkan itu, saya hidupkan kembali mauludan di Balai Kota dan ternyata anak-anak juga senang,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi berita-berita fitnah, hoaks, yang bukan hanya terjadi di Indonesia saja namun juga di negara tetangga lainnya. Misalnya saja yang terjadi di negara-negara timur tengah. Akibatnya, negara tersebut menjadi tidak kondusif dan penduduknya mudah terpecah belah. “Jika lihat negara-negara di timur tengah banyak terjadi perang. Karena itu, mari kita jaga ukhuwah kita, jangan sampai kita terpecah belah,” tuturnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengimbau kepada seluruh takmir musholla dan masjid agar membentengi pribadi-pribadi dengan sebuah budi pekerti yang baik, karakter keislaman yang baik, karakter ke-Indonesiaan yang baik, dengan tata krama yang baik, dan nila-nilai agama yang baik. “Karena itu, mari kita hidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan di masing-masing wilayah. Insya Allah kita tidak akan kekurangan kalau niat kita ikhlas,” pesannya.

Di akhir acara, Wali Kota Risma bersama takmir musholla dan para pengurus masjid kemudian melakukan tanya jawab. Tampak satu persatu dari mereka kemudian mengajukan masing-masing pertanyaan kepada wali kota, seputar permasalahan yang ada di masing-masing wilayah. (ton)