Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat yang ada di Sidoarjo mengikuti Ngaji Jurnalistik bareng PWI. Acara digelar di Auditorium Nyai Walidah SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo. Acara ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan selama ramadhan 1440 H.

“Pelajar yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 12 sekolah setingkat SMA. Peserta adalah pelajar yang biasa menjadi ‘wartawan’ di sekolah masing-masing,” kata Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf Kamis (16/5) kemarin.

Menurut Rouf, ngaji jurnalistik ini ada beberapa narasumber yang menjadi inspirator dalam kegiatan ini. Diantaranya, dari Kanwil DJP Jatim II yang memberikan materi tentang pengenalan pajak secara dini kepada siswa. Selain itu, ada beberapa teman media mulai media cetak, televisi dan online.

“Juga ada dari ‘Bait Kata Library’ untuk membantu motivasi kepada para siswa meningkatkan literasi para pelajar,” imbuhnya. Kepala Smamda Sidoarjo, Wigatiningsih, menilai pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Alasannya, karena bisa meningkatkan literasi pelajar di Sidoarjo.

“Kegiatan ini penting bagi pelajar. Karena filantropi PWI berbagi ilmu. Walaupun lainnya berbagi sembako tapi PWI berbagi ilmu. Yakni, ilmu jurnalistik yang selama ini tidak ada pelajaran di kelas. Ini sesuai arti penggalan ayat Al Qur’an yakni ‘Iqro’ yang artinya bacalah,” ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan Kabid P2 Humas DJP Jatim II, Nyoman Ayu Ningsih. Menurut dia, jika ilmu jurnalistik tidak hanya sebatas dunia wartawan. Tetapi, juga harus dimiliki sejumlah pejabat perusahaan maupun instansi pemerintah dan BUMN.

“Kami yang ada dibidang pajak misalnya juga harus berhubungan dengan para jurnalis. Karena kami harus membuat siaran pers dan harus berhubungan dengan media setiap kali ada informasi terbaru dalam bidang perpajakan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo, Asrofi, menegaskan penulis itu merupakan orang yang cerdas. Selain itu juga orang yang pandai dan pintar. “Di era sekarang diubah semuanya menjadi cerdas. Misalnya, pekerjaan seorang guru yang tidak memberitahu materinya secara detil agar siswa mencari tahu sendiri melalui buku dan internet atau literasi,” ungkapnya.

Karena itu, kata mantan Kepala Dishub Pemkab Sidoarjo ini sangat tepat jika siswa bisa mengikuti kegiatan ngaji jurnalistik bersama PWI Sidoarjo. Kegiatan seperti ini, supaya bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos) sekaligus dalam rangka menghadapi era Industri 4.0.

“Sekali lagi, karya jurnalistik harus bermanfaat dan bisa digunakan masyarakat. Karena itu, belajarlah menulis supaya dibaca dan bermanfaat bagi orang lain,” tandasnya. (uko)