Malang, (bisnissurabaya.com) – Di Jawa Timur/Jatim masih terdapat anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan formal hingga ke jenjang SMA. Hal itu berdasarkan laporan bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi April 2019 dari Badan Pusat Statistik yang mengungkapkan rata-rata lama waktu menjalani pendidikan formal di Jatim pada 2017 adalah 7,34 tahun, atau jauh lebih rendah dibanding masa pendidikan sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan anak pada umur tertentu di masa mendatang (Harapan Lama Sekolah/HLS) yaitu 13,09 tahun.

Karena itu, Direktur Sinarmas, Gideon, memperkenalkan Simas Kid Insurance Syariah, yang diyakini tidak ada anak putus sekolah. ‘’Sebab, Simas Kid Insurance Syariah menawarkan jaminan pendidikan hingga ke jenjang yang diharapkan,” kata Gideon, saat syukuran dan buka puasa bersama anak Panti Asuhan Yasibu, Malang Jumat (17/5) kemarin.

Sebelumnya, kata dia, Simas Kid Insurance Syariah diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Barat/Jabar pada acara syukuran dan buka puasa bersama anak Panti Asuhan Al Baar 13 Mei lalu di Bandung. Ia berharap, program yang baru diperkenalkan managemen PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life), bersama PT Bank Sinarmas Tbk (Bank Sinarmas) yakni, Simas Kid Insurance Syariah dapat memproteksi dengan mengamankan dana secara syariah untuk beaya pendidikan yang setiap tahun diperkirakan meningkat 15 persen.

Menurut dia, program ini tidak hanya menghadirkan solusi proteksi pendidikan, tetapi juga memberikan 100 persen manfaat asuransi syariah ditambah nilai tunai apabila tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi. Disamping itu, program asuransi syariah ini juga membebaskan tertanggung dari kewajiban pembayaran kontribusi jatuh tempo berikutnya yang harus dibayar apabila pemegang polis meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total dalam masa pembayaran kontribusi.

Sementara itu, Direktur Bank Sunarmas, Halim, menambahkan, kolaborasi dengan Sinarmas MSIG Life, ini melengkapi jajaran produk proteksi Bank Sinarmas kepada nasabah. Sebab, Simas Kid Insurance Syariah menawarkan empat opsi pembayaran kontribusi. Yaitu, secara tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan selama masa asuransi syariah agar dapat disesuaikan dengan preferensi finansial orang tua. (bw)