Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Kecanggihan teknologi pendidikan harus diimbangi peserta didik dengan sikap yang terpuji. Mengingat out put dari proses pendidikan adalah lulusan yang berpengetahuan dan berakhlak serta beradab baik. Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nahdlatul Ulama/MINU, Sidoarjo, layak diacungi jempol. Lembaga pendidikan NU yang menerapkan sekolah bilingual, multi kurikulum dari kurikulum nasional berkembang ke Cambridge Internasional Examination. Bahkan, akhir-akhir ini, sekolah menerapkan International Beclaraute (IB program).

Tahun ini telah melauncing 3 item sistim pendidikan untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0 menuju pembelajaran 5.0,Kuliah Adab Coding Toefl dan Boarding School, di Sidoarjo, Rabu (15/5). Perkembangan teknologi begitu pesat dapat mendegradasi peran manusia.

Kepala Sekolah MINU Pucang Sidoarjo, Syamsuhari, menjelaskan bahwa di era revolusi industri 4.0 pengetahuan tanpa batas yang didapat tidak sedikit manusia tergelincir karena kecanggihan teknologi justru menjadi jalan untuk sebuah ketidaksopanan dan bertentangan dengan norma kesusilaan dalam beradaban. ” Maka sangat diperlukan sekali pendidikan dan pembelajaran melalui program adab Coding Toefl dan Boarding school,” tandasnya.

Pembelajaran 4.0 menuju 5.0 sangat diperlukan sekali untuk anak didik di sekolah,yaitu meningkatkan kecerdasan spiritual,sebab tiada gunanya ilmu dan sikap yang tinggi dan baik tanpa dibarengi dengan kedekatan diri kepada Yang Maha Pencipta. Sebab segala sesuatunya tentulah berasal dari Allah SWT yang berkuasa dan dengan izinNya jugalah dunia ini dapat berkembang pesat sebagaimana yang terasa sekarang ini,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Nur Ahmad Syaifuddin, yang hadir membuka acara tersebut.

Wabup juga menambahkan, dengan dilauncingnya 3 sistem pendidikan ini, akan menambah kualitas pendidikan yang betul-betul siap untuk menciptakan anak didik yang berkarakter tidak tercabut dari akar akidahnya. (uko)