Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu saat hari besar keagamaan tertentu tiba seperti hari raya Idul Fitri.

Bagi pekerja yang beragama Islam, THR akan dibayarkan maksimal satu minggu sebelum lebaran atau 29 Mei untuk pekerja swasta dan tanggal 24 Mei bagi Pegawai Negeri Sipil.

Alih-alih berapa besar jumlah THR yang didapat merupakan salah satu pertanyaan umum yang kerap kali diajukan, terutama bagi pekerja yang belum genap bergabung selama 1 tahun di suatu perusahaan.

Ya, mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6/2016, berikut cara menghitung THR yang benar agar kamu bisa menakar berapa uang yang akan kamu terima nanti.

Telah Bekerja selama 1 Tahun atau Lebih

Untuk kalian yang telah bekerja selama 1 tahun atau lebih, maka bakal mendapat THR sebesar satu bulan upah. Satu bulan yang dimaksud di sini bisa mengacu pada dua hal, yaitu upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih, atau upah pokok termasuk tunjangan tetap seperti tunjangan jabatan.

Jadi, semisal kamu mendapatkan tunjangan jabatan, cara menghitung THR-nya yaitu:

1 x (gaji pokok + tunjangan jabatan).

Misal

Yossy merupakan seorang karyawan di perusahaan swasta. Ia telah bekerja selama 2 tahun. Gaji pokok yang diterimanya setiap bulan sebesar Rp4 juta. Ia juga mendapat tunjangan jabatan sebesar Rp 500 ribu. Maka THR yang didapat Yossy adalah:

1 x (4.000.000 + 500.000) = 4.500.000

Kalau Yossy tidak mendapat tunjangan jabatan, maka THR yang ia terima hanya sebesar Rp 4 juta.

Bekerja Kurang dari 1 Tahun

Pegawai yang belum genap bekerja selama 1 tahun tetap mendapatkan THR, namun dengan perhitungan yang berbeda.

Caranya: Masa kerja x 1 bulan upah : 12

Contoh lain :

Rita baru bekerja di salah satu perusahaan swasta selama 5 bulan, dengan gaji pokok Rp5.000.000. Uang THR yang akan Ani dapatkan adalah:

5 x 5.000.000 : 12 = 2.083.000

Pekerja/buruh harian lepas

Menurut Pasal 3 poin 3 Permenaker Nomor 6/2016, pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas juga bisa dapat THR, dengan ketentuan:

a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.

b. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulannya dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Jadi cara menghitungnya kurang lebih seperti ini:

a. 1 x rata-rata gaji per bulan.

Contoh:

Rendra adalah pekerja lepas di suatu perusahaan yang dibayar per hari sesuai dengan kehadirannya. Ia sudah bekerja selama 1 setengah tahun dengan gaji rata-rata yang ia terima tiap bulan sekitar Rp 2 juta. Maka THR yang bisa ia terima adalah:

1 x 2.000.000 = 2.000.000

b. Masa kerja x rata-rata upah 1 bulan : 12

Contoh:

Umi baru bekerja selama 6 bulan di suatu perusahaan swasta sebagai pekerja lepas yang digaji sesuai jumlah kehadirannya. Selama 3 bulan itu, rata-rata gaji yang Umi terima sekitar Rp3.000.000. Maka Umi bisa mendapat THR sejumlah:

6 x 3.000.000 : 12 = 1.500.000

Nah, itu dia cara menghitung THR yang akan kamu terima berdasarkan Permenaker Nomor 6/2016.(ton)