Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Perlu koordinasi yang baik antar instansi dan lembaga dalam menangani suatu bencana. Sehingga hasil penanganan bisa maksimal. Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi, mengajak komponen masyarakat untuk meningkatkan koordinasi khususnya dalam hal penanganan bencana alam. Hal tersebut Wabup sampaikan pada kegiatan Safari Ramadhan 2019, di Masjid Tiban Nurul Huda Desa Japan Kecamatan Sooko, Senin (13/5) lalu.

“Beberapa hari lalu saudara-saudara kita di wilayah barat Sooko, tepatnya Desa Tempuran terkena banjir. Saya harap jajaran perangkat desa dan kecamatan serta OPD, lebih meningkatkan koordinasi, evaluasi, dan sinergitas dalam hal penanggulangan bencana,” tandas Pungkasiadi.
Wabup juga meminta masyarakat agar turut mendukung program pembangunan pemerintah daerah, agar tidak terjadi miskomunikasi antara pemberi amanah (masyarakat) dan penerima amanah (pemerintah) selaku pelaksana program pembangunan.
Karena itulah, pihaknya berharap agar masyarakat merasa memiliki dan terlibat aktif dalam mendukung program kebijakan pemerintah. “Saya harap ada partisipasi komponen masyarakat termasuk dengan mengetahui dan memahami informasi secara utuh,” ungkapnya.

Disisi lain, Wabup juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Ramadhan sebagai jihad melawan hawa nafsu. “Dengan demikian tidak ada peluang lagi untuk bersikap negatif, menebar ancaman, melakukan kekerasan dan kriminalitas atas nama agama sebagai pembenarnya,” tambahnya. Pada Ramadhan penuh berkah ini, dirinya mengajak warga untuk menjalankan ibadah dengan tekun.

Bukan semata-mata mengejar pahala saja. Lebih dari itu, harus tertanam dalam diri, bahwa ibadah adalah kebutuhan manusia kepada Allah SWT. Sehingga barang siapa yang bisa menanamkannya, dapat diberi derajat sebagai hamba yang muttaqin (bertaqwa). Sementara itu, Camat Sooko Maslucman berharap setelah bencana banjir di Tempuran pihaknya ingin dilakukan pembersihan sungai dari sampah secara maksimal.
“Pasca banjir ini, kami berharap upaya recovery dan pembersihan sampah pada beberapa sipon, bisa dilakukan secara maksimal. Karena pasca banjir surut, banyak sampah dan ranting pohon yang tersisa,” papar Maslucman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sendiri telah memberikan bantuan logistik baik makanan, obat-obatan, dan segala kelengkapan lain secara kontinyu. Tentunya dengan harapan kondisi Tempuran bisa segera pulih, sehingga aktivitas warga kembali normal.

Untuk diketahui, kegiatan Safari Ramadhan ini juga bakal dilaksanakan di sejumlah titik lain pada beberapa hari ke depan. Antara lain Masjid Darul Huda Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar, Masjid Darussalam Desa Kauman Kecamatan Bangsal, dan Masjid At- Taqwa Desa Sawo Kecamatan Kutorejo. (sam)