Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi penjual serabi makanan khas Bojonegoro. Pasalnya, serabi selalu diminati warga. Serabi merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih eksis di tengah serbuan makanan modern. Seperti di Bojonegoro, penjualan serabi naik hingga 300 persen dibandingkan hari biasa.

Salah satu penjual serabi ini berada di Jalan Dr Sutomo Kecamatan Bojonegoro, Obito, mengatakan, penjual jajanan ini buka setiap hari, mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Dalam sepekan, penjualan naik hingga 300 persen dibandingkan hari biasa. ‘’Kenaikan terjadi setiap ramadhan hingga usai lebaran. Pasalnya banyak pemudik saat pulang kampung pasti akan membeli serabi,’’ kata Obito, kepada bisnissurabaya.com, Selasa (14/5) kemarin.

 

Biasanya, kata dia, dalam sehari menghabiskan empat kg adonan serabi. Namun, memasuki ramadahan ini, naik hingga 12 kg dalam sehari. Ia menyatakan, proses pembuatan serabi tergolong sederhana dan masih menggunakan cara tradisional. Pertama, tungku dipanaskan atau dibakar menggunakan kayu bakar.

Setelah panas, adonan serabi yang terbuat dari tepung beras ini dimasukkan kedalam tungku, dibutuhkan waktu  kurang lebih selama lima menit, agar adonan matang dan siap untuk disajikan. Harga jajanan ini cukup murah meriah, hanya dengan Rp 4.000. (mulyanto/stv)