Tuban (bisnissurabaya.com) – Angka kemiskinan menjadi target segera turun. Karena itu, Bupati Tuban, Fathul Huda, bertekad untuk menurunkan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 15,31 persen atau sekitar 178.640 jiwa. Meski tergolong tinggi pihaknya bertekad pada 2021 bisa turun hingga 3 persen atau kisaran 12,50 persen.
Angka kemiskinan di Tuban diharapkan setiap tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2018, jumlah masyarakat miskin mengalami penurunan sebesar 17.460 orang (1,56 persen). Dengan kata lain jumlah masyarakat miskin pada 2018 sebesar 178.640 atau 15,31 persen.

“Kami bertekad pada 2021 angka kemiskinan di Tuban tinggal 12,50 persen,” kata Bupati Tuban Fathul Huda, di sela-sela safari Ramadan, Kamis (9/5) kemarin.
Guna mengatasi kemiskinan di masyarakat, kata dia, Pemkab Tuban telah melaksanakan berbagai program dengan memaksimalkan berbagai sumber pendanaan. Baik APBN, APBD, Baznas dan CSR perusahaan.
Program penanganan kemiskinan yang bersumber dari APBN, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Sampai 2019, jumlah penerima sebanyak 57.919 keluarga.
Selanjutnya, program Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT merupakan bantuan berbentuk beras dan atau telur senilai Rp 110.000 per KPM per bulan. Dicontohkan, penerima BPNT 2018 di Kecamatan Bangilan sebanyak 3.447 KPM dan Senori sebanyak 4.367 KPM.
“Jika masih ada masyarakat miskin yang belum dapat, segera laporkan ke kades dan camat,” tegas bupati.

 


Sedangkan program pengentasan kemiskinan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban antara lain Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan infrastruktur air, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air limbah, dan bantuan pangan siap saji/rantangan, serta santunan.
Pada program Rehab RTLH, sebanyak 15 unit rumah di Kecamatan Bangilan dan 16 unit rumah di Kecamatan Senori mengalami pemugaran. Untuk pembangunan infrastruktur air limbah di Kecamatan Bangilan berlokasi di Yayasan Pendidikan Assalam (Ponpes Assalam) dan Kecamatan Senori dikelola Kelompok Masyarakat Peduli Sanitasi Dan Lingkungan (Komsal) Desa Sendang.
Bupati Huda, juga menyampikan bantuan pangan siap saji/rantangan dikirimkan dua kali per hari untuk fakir miskin sebatang kara. Sampai saat ini masih di Kecamatan Tuban, Semanding, Merakurak dan Palang.

Kedepan, akan diperluas sesuai dengan anggaran APBD. Sedangkan, program santunan kepada keluarga miskin pada 2018 mencapai Rp 6,1 miliar untuk 3.438 KK dan untuk 2019 sebesar Rp 5,7 miliar untuk 3.200 KK.
Bupati yang juga alumni Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini mengungkapkan program pengentasan kemiskinan yang melibatkan Baznas Tuban, antara lain Program Makanan Siap Saji/Rantangan kepada 222 dhuafa sebatang kara yang tersebar di 10 kecamatan, Santunan Fakir-Miskin dan Yatim-Piatu (Samiktu) yang pada 2019 dialokasikan sebesar Rp 3,1 miliar, Beasiswa Bagi Siswa/Siswi Miskin Potensial (Be-Spesial) tahun 2019 dialokasikan sebesar Rp 1 miliar.

Selanjutnya, program Bantuan Rehabilitasi Rumah Warga Miskin (Bertuwah) pada 2019 dialokasikan sebesar Rp 675 juta, Bantuan Masyarakat Miskin Produktif (Banmaspro) pada 2019 dialokasikan sebesar Rp 730 juta, dan Program Pengobatan / Kesehatan Keluarga Miskin pada tahun 2019 dialokasikan sebesar Rp 710 juta.
Pengentasan kemiskinan di Tuban Bumi Wali juga melibatkan perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan di Kabupaten Tuban diharuskan mengalokasikan anggaran untuk program CSR yang berkaitan pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, bantuan pendidikan, pengembangan pertanian dan peternakan, kesehatan dan sanitasi serta sarana infrastruktur.
“Selain itu, Kepala Desa di Kabupaten Tuban telah menandatangani Pakta Integritas untuk mengentas kemiskinan bersama-sama,” pungkasnya. (Imam suroso)