Ini Mahasiswi Cantik yang Jago Bahasa Mandarin

1321

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penampilannya anggun. Itu kesan yang terlihat pada diri mahasiswi cantik yang jago Bahasa Mandarin. Jeselyne, boleh bangga karena menjadi salah satu peserta lomba Chinese Bridge tentang kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin bagi seluruh mahasiswa-mahsiswi se-dunia. Program studi Bahasa Mandarin Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya telah mengikuti event bergengsi ini sejak 2007, dimana pada 2018 mampu memperoleh juara 1 dan 3 tingkat Jawa Timur/Jatim. Kemudian Agustus 2019 ini berhasil mewakili Indonesia berlaga di tingkat internasional.

Adalah Jeselyne, mahasiswi semester dua Uwika bersama tiga rekannya dari universitas lain yang terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di event Chinese Bridge 2019 yang akan dilaksanakan di Jansha Tiongkok. Dia berhasil menyingkirkan 29 peserta dari provinsi lain. Event ini diikuti mahasiswa dari 100 negara yang lolos seleksi mewakili lima benua.

Materi kompetisi ini meliputi pidato dalam Bahasa Mandarin, tanya jawab atau wawancara tentang pengetahuan dan sejarah Tiongkok kuno, budaya, serta perkembangan Tiongkok modern. “Menjadi juara pada event ini tidak mudah, karena tak hanya pandai Bahasa Mandarin, tetapi juga harus mampu memahami sejarah Tiongkok klasik dan modern,” kata Jesselyne Calista, kepada bisnissurabaya.com belum lama ini.

Bagi Jeselyne, Bahasa Mandarin bukanlah sesuatu hal yang baru bagi anak pasangan Ardianto dan Lilywati. Karena dia, menghabiskan masa belajar SD, SMP, dan SMA-nya di Sincu yang merupakan sekolah yang mengajarkan Bahasa Mandarin sebagai pengantar. Dia sering dikirim untuk mengikuti lomba pidato dan menyanyi Bahasa Mandarin sejak SD.

“Untuk bisa menang dalam kompetisi ini, saya telah melakukan persiapan panjang dan matang. Termasuk dengan menampilkan drama kisah Mulan pada event ini,” jelas penghobi olahraga wushu ini. Uwika mendukung penuh mahasiswa dan mahasiswinya yang berprestasi diberbagai bidang. Plt Rektor Uwika, Budi Hermawan, yang didampingi Dekan Fakultas Bahasa Pieter, menyatakan, prestasi non akademik tak kalah penting dalam mendukung prestasi akademik. (nanang)