Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bencana banjir yang melanda kawasan Surabaya Barat meninggalkan kisah sedih nan pilu. Betapa tidak, banjir yang terjadi Jumat (3/5) pukul 09.00 WIB ini telah menenggelamkan beberapa kampung dan perumahan di Kelurahan Sumberejo Kota Surabaya. Sekitar pukul 04.00 dini hari, debit air Kali Lamong meningkat karena mendapat limpahan air dari Kabupaten Jombang dan Mojokerto.

Kondisi ini menyebabkan banjir di beberapa titik di sekitar kelurahan Sumberejo seperti di seputar Graha Kencana Pakal. RT 04, RT 01, RW 02, RT 02, RT 03, RW 03, Jl Jabung Tambakdono RT 01, RT 02, RT 03, RW 07. RT 01 RW 08, Perum Griya Asri (Kemuning), dan RT 01, RT 02, RT 03, RT 05, RW 04. Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya segera merespon cepat untuk menangani bencana tersebut.

Aparat Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari Badan Penanggulangan Bencana (BPB), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dokter dan tenaga medis diterjunkan langsung di lapangan. Termasuk juga beberapa organisasi relawan kebencanaan. Seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dibina Dinas Sosial Surabaya.

Anggota Tagana mencari ikan dan udang. (Foto/nanang)

“Selain ada surat dari Sekretariat Daerah/Sekda Surabaya, teman-teman Tagana selalu terpanggil apabila ada bencana,” kata Pengurus Tagana Surabaya Rawan Rahadi. Kehadiran Tagana di kawasan bencana selain membantu Satpol PP membuat karung pasir untuk membendung air, mereka juga menjadi tenaga inti dalam distribusi bantuan makanan padat. Berupa Indomie dan nasi bungkus kepada penduduk di area terdampak banjir.

“Saya dan teman-teman Tagana menggunakan mobil ranger milik Dinas Sosial yang rodanya besar untuk mengantar makanan,” jelas Rawan. Setelah melaksanakan tugas mendistribusikan bantuan, relawan Tagana kembali ke posko yang berada di Kelurahan Sumberejo untuk beristirahat. Ada yang makan, mandi, melaksanakan ibadah shollat.

Tetapi, ada juga beberapa anggota yang langsung kembali ke area banjir untuk menangkap udang yang lepas dari tambak dengan menggunakan jaring atau pancing. ‘’Ini adalah hiburan bagi relawan yang bertugas di bencana banjir,” tambah petugas Tagana senior ini. Setelah sekian lama berkutat dengan serok jaring di air banjir, akhirnya mereka memperoleh tangkapan beberapa kantung penuh berisi udang galah. Tentu saja hal ini meyenangkan mereka.

Kehadiran relawan di setiap bencana, baik saat terjadinya maupun pasca, sangat membantu pemerintah. Biasanya, kalau mengikutsertakan potensi relawan, tugas pemerintah di lapangan menjadi lebih mudah. (nanang)