Dian Siswarini : Pendapatan XL Naik 9 Persen

32

Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Operator telekomunikasi mengawali 2019 dengan kinerja yang meyakinkan. Salah satunya PT XL Axiata berhasil mencetak profit. Konsistensi dan ketepatan dalam menerapkan strategi agenda transformasi berhasil meningkatkan pendapatan hingga 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Prestasi ini karena peningkatan juga terjadi pada EBITDA sebesar 15 persen dan net income naik 271persen menjadi Rp 57 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, hasil kinerja XL yang kuat di triwulan pertama 2019 ini terutama ditentukan karena XL fokus dan konsisten terus mendorong layanan data, serta pada eksekusi yang tepat sesuai dengan strategi dan agenda transformasi. Pendapatan perusahaan yang berhasil tumbuh signifikan saat ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan layanan sebesar 12 persen YoY. Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan XL dalam meningkatkan penggunaan layanan data pelanggan dan ditambah monetisasi data yang terus berlangsung. Selain itu, EBITDA meningkat lebih cepat dari pendapatan yang kemudian mampu mendorong peningkatan EBITDA margin.

Dian menambahkan, XL konsisten melanjutkan perluasan infrastruktur jaringan data ke berbagai wilayah di Indonesia. Hingga akhir Maret 2019, XL memiliki 122.000 BTS, dengan lebih dari 52.000 di antaranya adalah BTS 3G dan lebih dari 33.000 BTS 4G. Layanan 4G kini telah menjangkau di 405 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, sebagai hasil dari berfokusnya perluasan jaringan data berkualitas di luar Jawa.

XL terus berinvestasi untuk membangun transmisi, backhaul, modernisasi jaringan untuk mendukung peningkatan trafik data di seluruh jaringan, serta untuk memberikan stabilitas, memperluas kapasitas jaringan, dan juga meningkatkan kualitas layanan data. XL terus berinvestasi dalam fiberisasi untuk mengantisipasi ledakan pertumbuhan trafik data dan terutama dalam persiapan untuk menggelar 5G.

Investasi pada pembangunan jaringan dan penerapan strategi dual brand telah meningkatkan posisi XL Axiata sebagai operator terdepan yang mampu menarik lebih banyak pelanggan pengguna smartphone. Hasilnya, XL per akhir Maret 2019, memimpin di industri telekomunikasi Indonesia dengan 84 persen pelanggan telah menggunakan smartphone dan 86 persen pendapatan layanan berasal dari layanan data. Pencapaian ini sekaligus menempatkan XL dalam posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dampak penuruhan pendapatan dari layanan tradisional voice dan SMS.

Total trafik penggunaan jaringan XL Axiata di kuartal pertama 2019 meningkat 70 persen YoY. Peningkatan ini terutama ada di 4G yang kini menjadi mayoritas trafik data di jaringan XL Axiata. Pada periode ini pula tercatat jumlah pelanggan yang menggunakan data sebanyak 86 persen dari total pelanggan.

Jumlah pelanggan XL, kata Dian, juga mengalami peningkatan di kuartal pertama 2019 ini menjadi 55,1 juta. Peningkatan ini didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menarik pelanggan smartphone serta terus tumbuhannya pelanggan di luar Jawa. ARPU Blended bertahan stabil di Rp 33.000 dibandingkan kuartal empat 2018, tetapi berhasil naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini tidak saja menunjukkan persaingan yang meningkat, namun di waktu yang sama XL berhasil memonetisasi dan meningkatkan basis pelanggannya.

Pada kuartal pertama 2019 ini, XL telah melakukan pembayaran pinjaman sebesar total Rp 300 miliar menggunakan dana internal. Per 31 Maret 2019, XL Axiata tidak memiliki pinjaman dalam mata USD. (bw)