Surabaya,(Bisnissurabaya.com) – Panjangnya proses rekapitulasi dari tingkat TPS hingga pusat yang memakan waktu sangat lama membuat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS) banyak jatuh korban sakit bahkan meninggal.

Atas peristiwa itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini benar-benar berduka atas meninggalnya beberapa petugas KKPS di Surabaya. Sebagai perwakilan pemerintah, ia pun hadir dan mengunjungi atau takziah ke keluarga-keluarga petugas KPPS yang diduga meninggal setelah menjalankan tugas saat pemilu. Bahkan, ia memastikan akan mengunjungi semua keluarga anggota KPPS Surabaya yang meninggal, jumlahnya sekitar 12 keluarga.

Pada Sabtu (4/5/2019), Wali Kota Risma mengunjungi keluarga almarhum Henry Permadi di Jalan Kanginan No. III/20 RT03 RW01, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng. Ia merupakan anggota KPPS TPS 01 Ketabang. Di rumah duka, Wali Kota Risma bertemu dengan istri Henry, Tinuk Restu Murjanawati.

Dengan didampampingi lurah dan camat, Tinuk terlihat menceritakan kronologi meninggalnya suaminya itu. Saat itu, berkali-kali Wali Kota Risma menyampaikan mohon maaf atas semua kekurangannya. Sebab, dia juga mengaku tidak pernah membayangkan penyelenggaraan pemilu kali ini menyebabkan banyak korban. “Terus terang saya tidak pernah membayangkan sampai seperti ini,” ujar Wali Kota Risma.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa dia akan mengunjungi semua keluarga anggota KPPS yang meninggal. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sudah ada 12 KPPS Surabaya yang meninggal. “Baru 5 yang saya datangi, tapi insyallah akan saya datangi semuanya satu persatu, tapi ini hanya karea waktunya sangat terbatas, mungkin besok saya akan takziah lagi,” kata dia.

Selain mengunjungi rumah keluarga anggota KPPS, Wali Kota Risma memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan mengundang semua keluarga anggota KPPS yang meninggal itu ke Balai Kota Surabaya pada hari ulang tahun Surabaya, tepatnya tanggal 31 Mei 2019. “Insyallah nanti saat ulang tahun Surabaya, 31 Mei 2019, akan kita undang semuanya dan akan kita selesakan satu persatu masalahnya,” tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga memastikan bahwa keluarga anggota KPPS yang meninggal dan sudah dikunjungi oleh dirinya dan meminta untuk kerja dan pendidikan, sekarang sudah bekerja dan ada yang sudah mendapatka beasiswa. Bagi dia, penyelesaian masalah dalam keluarga ini harus sustainable. “Kita memang penyelesainnya secara sustainable, supaya bisa berkelanjutan. Beberapa yang ada beasiswa sudah jalan dan yang kerja sudah bekerja, saya akan cek keluarga lainnya nanti satu persatu,” imbuhnya.

Sementara itu, istri almarhum Henry, Tinuk Restu Murjanawati mengaku sangat bersyukur sudah dikunjungi oleh Wali Kota Risma dan bahkan diberi bantuan oleh Wali Kota Risma. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Wali Kota Risma ini merupakan bukti konkret bahwa pemerintah hadir dan peduli kepada warganya. “Saya sangat bersyukur dan terimakasih banyak karena sudah dikunjungi dan diberi bantuan oleh Bu Risma, saya tidak pernah menyangka Bu Risma akan ke sini,” imbuhnya. (ton)