Fuad Benardi : Gandrungi Start-up Perusahaan Anak Muda

61

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Perekonomian pasca pemilihan presiden/Pilpres mulai lancar. Sebab di Jawa Timur/Jatim perhatian masyarakat selama ini tersita pada hiruk pikuk pilpres. Sementara pengusaha masih wait and see untuk melakukan investasi. Walau sesungguhnya hasil real account dari lembaga survey menunjukkan pasangan Jokowi –Makruf Amin, untuk sementara memimpin perolehan suara atas pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Seperti diketahui, berbagai program untuk anak muda yang digulirkan Presiden Jokowi, seperti ekonomi kreatif berbasis digital sangat digandrungi kaum milenial. “Ekonomi kreatif yaitu sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya,“ kata Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim Fuad Benardi, belum lama ini.

Program pemberian fasilitas kredit murah sebesar Rp 25 juta yang diberikan pemerintah untuk pengusaha pemula memberikan banyak manfaat bagi anak muda yang ingin mendirikan perusahaan baru. Mereka biasanya mendirikan perusahaan rintisan (start-up) atau perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan ini sebagian besar baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

“Syarat start up antara lain, usia perusahaan kurang dari 3 tahun, jumlah pegawai kurang dari 20 orang, pendapatan kurang dari US$100.000 per tahun atau Rp 1,35 miliar per tahun, masih dalam tahap berkembang. Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi, Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital, dan biasanya beroperasi melalui website,” tambah Fuad, yang juga menjabat Ketua Karang Taruna Kota Surabaya ini.

Bulan ramadhan dan idul fitri menjadi momentum strategis pasca pilpres bagi para pengusaha muda untuk meningkatkan pendapatannya dengan melakukan penjualan yang agresif. Sebab, biasanya ekspektasi penjualan selama ramadhan dan lebaran bisa mencapai 20 persen dari total pendapatan setahun.

“HIPMI Jatim mendorong para pengusaha muda untuk lebih agresif berproduksi selama ramadhan,” ujar putra sulung Walikota Surabaya ini. (nanang)