Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah dilantik sebagai Dewan Pimpinan Daerah  Asosiasi Driver Online (ADO) pengurus akan membesarkan  roda organisasi. Mengingat organisasi ini bertujuan memperjuangkan aspirasi anggota menuju kesejahteraan.

Salah satu hal yang akan digarap untuk membesarkan asosiasi  yaitu merangkul semua driver online yang tersebar di Jawa Timur/Jatim. “Kami akan mengajak  semua driver online yang berada di Jatim untuk segera bergabung ke wadah ini,” kata  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ADO Jatim, Asmuin, usai dilantik Pengurus DPP Pusat di Surabaya, Kamis (2/5) kemarin.

Hadir dalam acara pelantikan ini Ketua Umum  DPP ADO Pusat Christiansen FW, Pembina ADO Pusat Ariel, Sekjen DPP dan segenap undangan lainnya. Selain melantik Ketua DPD, dilantik pula Ketua Pembina DPD ADO Jatim HM Chozin.

Ia menjelaskan, dengan bergabungnya para driver nanti, tentu akan memperkuat roda  organsisasi. Akan mudah memperjuangkan aspirasi anggota. Termasuk memperjuangkan tarif angkutan online.

Tarif yang  baru saja ditetapkan oleh pemerintah belum lama ini masih perlu diperjuangkan dari Rp 3.500/km menjadi Rp 4.500/km. Mengingat tarif yang Rp 3.500,- tidak sepenuhnya masuk ke driver tapi  dipotong 20 persen untuk perusahaan. Sehingga jatuhnya ke driver menjadi hanya  Rp 2.800,-

“Motto dari wadah ini adalah dari driver untuk driver, makanya salah satu tujuan kami adalah terus memperjuangkan kesejahteraan anggota,” tandas pria yang tampak kalem tapi enerjik ini.

Dikatakan jumlah driver online yang tersebar di Jatim saat ini sudah mencapai angka 3.000 – 3.500 orang. Dan yang baru  mendaftar menjadi anggota ADO sekitar 500 – 600 driver.

Untuk itu pihaknya terus mendorong kepada pengurus ADO tingkat kabupaten/kota agar terus mendekati para driver yang belum bergabung itu. Saat ini hampir di semua kabupaten/kota di Jatim telah memiliki kepengurusan ADO seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Banyuwangi, Jember dan kabupaten di Madura. Untuk beberapa  kota pesisir di Pantura masih perlu  pendekatan sehingga terbentuk organisasi ini.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ADO Chistiansen, berpesan agar para driver online harus menjadi pelaku usaha yang profesional, mandiri. Sehingga pada ujungnya dapat meraih kesejahteraan yang diharapkan.

“Kemudian untuk pengurus harus menata niat. Jadikan menjadi pengurus ini karena panggilan hati. Bukan  untuk maksud atau  kepentingan lain. Apa yang kita lakukan bila didasari niat baik pasti hasilnya tidak jauh dari itu,” pesan Christiansen.

Pihaknya berharap  DPD ADO Jatim bisa menjadi barometer asosiasi untuk Indonesia Timur. “Tetaplah solid dalam perjuangan,” tegas pria yang mendambakan ADO bisa menjadi organisasi besar ini.

Usai acara pelantikan, di tempat yang sama dilantik pula pengurus koperasi yang didirikan ADO yaitu Koperasi  Kerabat. Koperasi ADO Jatim  ini diketuai Eka Indrawati.

Seperti diketahui asosiasi ADO ini didirikan pada 20 Oktober 2016 dan saat ini telah memiliki beberapa  pengurus di tingkat provinsi. (sam)