Tuban, (bisnissurabaya.com) – Tiga tempat hiburan malam dan sebuah bengkel di Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim, diblokir ahli waris pemilik lahan. Akses masuk ke tempat lokasi tersebut ditutup menggunakan tanah uruk. Sehingga tak dapat dilewati. Aksi blokir dilakukan untuk mengambil paksa lahan warisan keluarga yang kini di kuasai orang lain.

Beginilah aksi Lasmini, bersama kerabatnya dalam mencari keadilan di Desa Sugih Waras Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Mereka berusaha mengambil alih tanah warisan keluarga seluas 13.550 meter yang kini dikuasai orang lain, yang kini berdiri tiga tempat hiburan malam an sebuah bengkel.

Sebagai bentuk protes, Lasmini, mendatangkan tanah uruk sebanyak sepuluh dump truk. Material bangunan ini dibongkar tepat di tengah jalan untuk memblokir akses masuk menuju keempat lokasi. Akibatnya jalan tak dapat dilewati kendaraan jenis apapun.
Seperti diketahui, kakek Lasmini, Kartidjo, memiliki tanah seluas 13.550 meter.

Kepemilikan tanah itu dibuktikan dengan buku petok D serta daftar buku c desa. Namun, entah bagaimana ceritanya, tanah kosong di tepi jalur Pantura Tuban-Rembang ini tiba-tiba berdiri empat bangunan besar.
Keluarga Lasmini, baru menyadari beberapa tahun terakhir. Merasa tak pernah menjual tanah, mereka mencoba mengambil hak milik yang kini dikuasi orang lain tersebut. Upaya mediasi tak menemukan titik temu. Sehingga aksi blokir dilakukan Lasmini, bersama kerabat.

Tiga tempat hiburan malam yang diblokir diantaranya, Happy Karaoke, Dunia Karaoke, dan King Karaoke. Belum ada konfirmasi resmi dari pemilik usaha tersebut. Sementara, pengelola King Karaoke yang ditemui di lokasi menolak dikonfirmasi. (mulyanto/stv)