Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mengaku, dirinya telah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy.

Khofifah membenarkan ia menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur, Jumat (26/4) pagi. Dirinya mengaku tiba di Mapolda pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saya pagi itu (Jum’at) RUPS dulu di BPD. Setelah RUPS lalu jam 10 kurang 5 menit lah tiba di Polda. Seluruh proses dari mulai ngisi data sampai tanda tangan BAP berjalan 1,5 jam,” ujar Khofifah.

Dirinya tak menyebutkan berapa banyak pertanyaan yang diajukan KPK terhadapnya terkait jual beli jabatan di lingkungan Kemenag. Namun ia mengakui bahwa apa yang dibahas tidak menjurus seperti klarifikasi.

Melainkan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang Romahurmuziy, mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin, dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

“Saya dimintai keterangan saksi untuk Pak Romy, Pak Haris dan Pak Muafaq ya. Nggak sejauh itulah (klarifikasi),” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, dalam proses dimintai keterangan sebagai saksi ada sejumlah jenis pertanyaan. Selain lisan juga ada beberapa yang tertulis yang semuanya harus diisi detail oleh Khofifah. “Ada yang tertulis pertanyaannya. Ada biodata, nama orangtua, nama mertua, lalu pernah menjabat apa saja, gitu aja pertanyaanya,” imbuh Khofifah.

Menurutnya, seluruh proses pemeriksaan itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya 1,5 jam saja, namun dirinya mengaku memang lebih lama keluar dari Mapolda lantaran alasan lain yang bukan proses pemeriksaan itu.

“Hanya 1,5 jam saja kok diperiksanya. Hanya saja aku keluarnya agak lama karena nunggu pak kapolda selesai salat Jumat saat itu,” tegasnya.

Khofifah juga menjelaskan bahwa pemeriksaan berjalan baik-baik saja tidak ada ketegangan sama sekali.

“Ya ditanya-tanya gitu saja,” katanya.

Sebelumnya, kesaksian Romy saat diperiksa penyidik KPK menyebut Khofifah adalah orang yang memberikan rekomendasi Haris Hasanuddin untuk mengisi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim.

“Ibu Khofifah Indar Parawansa misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, Mas Romi percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus,” ucap Romy pada 22 Maret lalu.

Menurutnya, rekomendasi Haris Hasanuddin itu dinilainya lumrah saja karena semua pejabat Kanwil pasti bersinergi dengan gubernur maupun bupati setempat.

“Kenapa? Karena banyak hal yang dalam posisi mereka membutuhkan sinergi dengan pemprov atau pemkab, itu biasa,” kata Romy.

Sempat mengelak akhirnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengakui bila Gubernur Khofifah telah diperiksa di polda terkait kasus mantan Ketum PPP Romy.

“Benar ada pemeriksaan saksi yang telah dinyatakan oleh juru bicara KPK kemarin malam,” katanya.

“Bahwa di Jawa Timur telah dilakukan pemeriksaan jam 09.00 WIB terhadap saksi Ibu Khofifah Indar Parawansa.” Imbuhnya.

Khofifah menjalani pemeriksaan di gedung Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim hingga pukul 13.00 WIB. Namun, Barung enggan menjelaskan materi pemeriksaan karena perkara tersebut ditangani KPK, sementara Polda Jatim hanya meminjamkan tempat saja.

Pemeriksaan terhadap Khofifah ini sempat mengecoh awak media yang menunggu di semua pintu gedung biasa dipakai KPK meminjam meminjam tempat pemeriksaan di Polda Jatim. Awak media menyebar di pintu utama, selatan dan utara gedung Ditreskrimsus Polda sejak pagi, namun Khofifah tak kunjung kelihatan datang.(ton)