Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Meningkatnya pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jawa Timur. Apalagi, berbarengan pesatnya teknologi informasi diera digital saat ini membuat Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku UKM memperluas pangsa pasarnya dengan basis digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, dengan perkembangan teknologi informasi serta semakin luasnya jaringan internet, jumlah pengguna internet terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan, memperhatikan banyaknya channel penjualan saat ini, sebagian beşar UMKM masih lebih memanfaatkan media sosial sebagai tempat berdagang online, daripada memanfaatkan e-commerce atau marketplace. “Padahal, dengan bergabung di marketplace, akan semakin membuka akses pasar UMKM,” jelasnya kepada wartawan usai clossing seremoni pelatihan UKM Sukses Wirausaha Di Zaman Digital di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (26/4).

Kemajuan teknologi, lanjut Difi, mendorong munculnya berbagai aplikasi atau platform berbasis internet termasuk fintech, e-commerce maupun marketpl
ace, yang menawarkan berbagai pilihan serta dapat mengubah perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja secara konvensional menjadi secara online.

“Memperhatikan fenomena tersebut, Bank Indonesia menyadari perlunya UMKM untuk dapat beradaptasi dengan kondisi ini.” terangnya.

Menyadari kondisi tersebut, Bank Indonesia mendorong perluasan dan penetrasi pasar UMKM melalui pemanfaatan akses digital e-commerce melalui pelatihan digital kepada UMKM Jawa Timur, dalam program on boarding UMKM bertajuk “Sukses Wirausaha di Zaman Digital” pada 25-26 April 2019. Program yang dilakukan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Indonesian ECommerce Association (IdEA) dan Bukalapak ini diikuti oleh 500 UMKM di Jawa Timur.

Dişini, kata Difi, UMKM mendapatkan pengetahuan dan pelatihan, mulai dari teknik fotografi produk, copywriting, teknik memaksimalkan penjualan melalui media sosial hingga dibantu untuk memasarkan penjualannya di marketplace Bukalapak.

Ke depan, BI juga telah memiliki sejumlah program untuk membuka akses pasar ekspor bagi prodük UMKM yang telah ready to export.
“Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia untuk meningkatkan ekspor sehingga mampu mengurangi defisit transaksi berjalan yang saat ini sedang terjadi,” kata Difi.

“BI berharap, layaknya pesawat, setelah on boarding, UMKM Jawa Timur dapat terbang dengan kualitas dan kapasitas prodüksi yang baik serta dapat memperluas akses pasarnya,”pungkas Difi ini.(ton)