Gresik, (bisnissurabaya.com) – Setelah menang dalam lomba tingkat nasional Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Gresik diharap terus melakukan inovasi. Hal ini dimaksudkan agar kiprahnya dapat dinikmati dan diterapkan oleh masyarakat luas.

HIPPA Tani Rukun Desa Wahas, Kecamatan Balongpanggang Gresik telah menunjukkan kiprahnya. Keseriusan himpunan ini mewakili Provinsi Jawa Timur dalam ajang lomba Partisipatif Perkumpulan Petani Air (P3A) di tingkat nasional , dan ternyata membuahkan hasil.

Terbukti HIPPA Tani Rukun berhasil menyabet juara II dalam ajang bergengsi P3A tersebut mengungguli Provinsi Sumatera Utara dalam kategori Operasi dan Pemeliharaan Irigasi P3A wilayah Barat. Kerja keras selama ini berbuah juara.

Untuk itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyempatkan diri memberikan ucapan selamat kepada kelompok tani yang tergabung dalam HIPPA Tani Rukun tersebut.
Bertempat di ruang Putri Cempo Kantor Pemkab Gresik, Kamis (25/4), Bupati Sambari bertemu dengan perwakilan petani HIPPA Tani Rukun. Disana, Bupati juga memberikan secara simbolis penghargaan dari kementerian PUPR atas diraihnya prestasi oleh HIPPA Tani Rukun tersebut.

“Kami pemerintah daerah sangat mengapresiasi atas prestasi yang diraih HIPPA Tani Rukun yang meraih juara kedua dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini,” ujar Bupati Sambari bangga.
Dari prestasinya tersebut, HIPPA Tani Rukun menerima sejumlah bantuan dari Kementerian PUPR berupa satu unit motor roda tiga, 1 unit mesin potong rumput dan juga satu unit mesin gergaji kayu.

Bupati Sambari meminta kepada Dinas terkait agar tidak henti-hentinya memberikan pembinaan. Yaitu pembinaan terhadap para petani dalam komitmennya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Gresik.
Disisi lain, Bupati Sambari juga berharap kepada himpunan petani khususnya HIPPA Tani Rukun untuk terus mengembangkan inovasi. Terutama inovasi yang terkait dengan pertanian. Sehingga diharapkan dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan oleh para petani.

“Terkait dengan pola pertanian, kita harus mampu menciptakan inovasi baru. Misalnya saja terkait dengan system irigasi yang handal. Kita bikin tempat penampungan air tadah hujan, sehingga air tadah hujan tersebut bisa kita cadangkan untuk pertanian tahap berikutnya disaat musim kemarau,” kata Bupati.

Sebab, inovasi seperti ini belum ada sebelumnya di daerah lain. Apalagi Kabupaten Gresik merupakan daerah yang kerap dilanda kekeringan. Maka inovasi semacam ini bisa diterapkan di Gresik.
Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik selama ini, menurut Bupati Sambari adalah dengan program 1.000 sumur. “Saat ini upaya tersebut sudah mencapai progress 60 persen. Harapannya di masa akhir jabatan saya, progressnya sudah mencapai 100 persen,” harapnya. (sam)