Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Vanesa Angel/VA artis FTV yang menjadi terdakwa perkara prostitusi online, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri/PN Surabaya Kamis (25/4). Dalam sidang dakwaan ini, VA dijerat pasal 27 ayat 1 undang-undang/UU ITE, tanpa hak menyebarkan konten asusila untuk kepentingan bisnis prostitusi online. Atas dakwaan jaksa penuntut umum/JPU, pihak VA mengaku keberatan, dan akan mengajukan eksepsi pada sidang berikutnya.

VA, terdakwa perkara prostitusi online memasuki ruang sidang dengan mengenakan masker penutup wajah. Sidang ini merupakan sidang perdana VA, dalam perkara prostitusi online, yang berhasil dibongkar Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

 

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa VA, diancam dengan pasal 27 ayat 1, UU ITE karena telah mentransmisikan atau menyebarkan konten asusila, dengan mengekplorasikan dirinya, untuk kepentingan bisnis prostitusi online. Melalui mucikari Tantri, VA dijual dengan harga Rp 75 juta, diluar uang transportasi dan akomodasi sebesar Rp 5 juta. Sehingga tercapai kesepakatan harga Rp 80 juta, kepada salah satu pengusaha bernama Riyan Subroto.

Atas dakwaan jaksa tersebut, kuasa hukum dari VA menolak seluruhnya, dan akan mengajukan keberatan atau eksepsi dalam sidang berikutnya. Kuasa hukum VA juga akan mengajukan penagguhan penahanan, karena kondisi kesehatan VA yang sedang sakit. Sementara itu, saat mendengarkan dakwaan, VA tak kuasa menahan air matanya. Sidang selanjutnya akan digelar secara tertutup, pada pekan depan, 29 April, dengan agenda eksepsi. (agung/stv)