Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Sejumlah pengurus Partai Kebangkitan Bangsa/PKB Kabupaten Lamongan, ngeluruk kantor KPUD Lamongan. Para pengurus, membawa foto kopi C1 yang diklaim berisi kecurangan penggelembungan suara. Mereka menuding ratusan penggelembungan suara dilakukan Partai Demokrat dan Golkar. Kedatangan sejumlah pengurus PKB Lamongan ke Kantor KPUD Lamongan ditemui Ketua KPUD Lamongan.

Pengurus PKB terlihat menyampaikan protes di depan Ketua KPUD dan anak buahnya, sambil membawa bukti kecurangan pemilu. Diantaranya, foto kopi formulir C1, yang diklaim data penggelembungan suara yang dilakukan sejumlah partai. Temuan data kecurangan tersebut mencapai ratusan suara. Kasus tersebut terjadi di Dapil III, yaitu, Babat, Sugio dan Kedungpring.

Pengurus PKB menuding, kecurangan dilakukan Partai Demokrat, dan Golkar. Pada formulir C1, suara Partai Demokrat dan Golkar, tiba-tiba menggelembung, yang awalnya 178 suara, menjadi 201 suara. PKB mendesak Komisioner KPUD Lamongan turun tangan menindaklanjuti pelanggaran tersebut, dan segera dilakukan penghitungan ulang.

Komisioner KPUD Lamongan, Nus Salam, membantah terjadi penggelembungan suara. Kesalahan salah tulis dari KPPS saat mengisi formulis C1. Pihaknya memastikan sesuai mekanisme yang diatur DP KPU Nomor 4 di pasal 22, bahwa kesalahan pengurusan C1 akan dibetulkan ditulis di formulir. KPUD Lamongan belum tahu berapa jumlah suara salah tulis yang dilakukan petugas KPPS.

Namun, pengurus PKB tidak mau tahu. Mereka mendesak KPUD Lamongan segera melakukan perbaikan, karena penggelembungan tersebut merugikan semua partai. Jika KPUD Lamongan, tak menepati janjinya, pengurus PKB Lamongan, akan menagih janji, datang dengan massa lebih besar. (bashoir/stv)