Hebat, Bisnis Online Belalang Krispi Beromzet Rp 1 Juta per Hari

95

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – MUSIM belalang menjadi peluang bagi sejumlah orang. Seperti musim belalang tahun sebelumnya, tahun ini banyak orang mendapat berkah dari musim belalang. Dari para pencari belalang maupun para pembuat olahan belalang.  Salah satunya Agustina, pemilik rumah olahan Agustina. Sejak tiga tahun lalu, tiap musim belalang, pusat pembuatan aneka camilan itu pun menawarkan oleh-oleh khas Banyuwangi, belalang krispi.

Sejak musim belalang tiba awal Februari 2018,  wanita asal Desa Siliragung  ini kebanjiran pesanan olahan belalang. Di tangan wanita pembuat mie buah naga ini, belalang bisa diolah menjadi cemilan istimewa, belalang krispi. Rasanya yang gurih dan tinggi protein membuat peminat belalang krispi ini cukup banyak.  “Pesanan belalang krispi tiap hari cukup banyak,” ungkap Agustina kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Belalang krispi ini ditawarkan secara online. Karena itu, pesanan banyak datang dari luar kota. Seperti  Semarang, Bali dan Jakarta. Di samping dari kawasan lokal sendiri. Untuk pasokan belalang mentah, Agustina bekerja sama dengan para pemburu belalang. “Mereka biasa mencari belalang di hutan setempat,” ucapnya.

Menariknya, musim belalang ini hanya ada di kawasan selatan Banyuwangi. Sehari pihaknya bisa melayani pesanan belalang goreng antara 1000 hingga 5000 ekor per hari. Selain dalam bentuk siap konsumsi, Agustina juga melayani pesanan belalang  mentah. Saat ini dirinya menggandeng 5 orang pencari belalang. Harga belalang ini cenderung naik. Mengingat, permintaan yang terus melejit, sementara stok belalang terbatas. Saat ini  harga belalang mentah, berkisar Rp 35.000 per 100  ekor.

Sementara, belalang krispi dibandrol harga Rp 50.000 per 100 ekor. Sebelum digoreng, belalang dibersihkan dari kotoran, dibuang kaki dan bulunya. Proses ini cukup rumit, perlu telaten. Prosesnya lumayan lama. Membuat Agustina tiap harinya harus dibantu 4 tenaga kerja. Dari pesanan belalang ini, Agustina meraih omzet Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per hari. (tin)