Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Waspada jika berjalan di pinggir jalan dengan menggunakan handphone. Sebab, bisa mengundang kejahatan. Seperti yang dialami BMW (43) harus merelakan handphonenya dirampas di jalan saat menuju masjid dekat lokasi pabrik tempatnya bekerja.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M. Harris, mengatakan, kejadian yang terjadi pada 8 Januari 2018 lalu itu, mulanya korban yang kebetulan bekerja di kawasan Celep Sidoarjo, keluar kantor untuk melaksanakan sholat Ashar, dengan membawa handphone yang dimainkan sambil berjalan, di pinggir jalan raya. Tiba- tiba dari arah belakang ada dua orang laki-laki yang mengendarai satu motor Honda Scoopy warna hitam, mendekati korban dan langsung merampas dari arah belakang. Korban sempat berteriak sambil berlari mengejar, namun pelaku melaju dengan kencang, sehingga korban kehilangan jejak.

“Akibat kejadian pencurian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 3,5 juta dan perbuatan tersangka MA Bin Maulana Ibrahim (20) warga Desa Larangan, diduga melanggar tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan, disita barang bukti satu buah handphone merk OPPO type F1S warna putih dan satu unit motor beserta satu lembar STNK Honda Scoopy warna merah hitam tahun 2018, Nopol W-3082-XX (sebagai sarana).

Harris menambahkan, tersangka menjalankan aksinya bersama dengan B S (20) alias Wawan alias Patkai (DPO) warga Kelurahan Sekardangan juga pernah melakukan pencurian (jambret) di lima tempat kejadian yang berbeda. Diantaranya Gor Sidoarjo, Larangan Candi, Celep, Slautan dan Taman Pinang.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka MA Bin Maulana Ibrahim, diduga melakukan perbuatan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 7 tahun penjara. (ttk)