Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Sampah di daerah ini masih menjadi masalah. Belum terbebas sampai tuntas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menargetkan penanganan sampah sebesar 70 persen dan pengurangan sampah 30 persen pada tahun 2025. Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi mengatakan hal itu pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, di Taman Ghanjaran Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas, Sabtu (23/2).

“Dalam Peraturan Bupati (Perbup) Mojokerto Nomor 78 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis sampah Rumah Tangga,  penanganan sampah kita target sebesar 70 persen dan pengurangan sampah sebesar 30 persen. Mojokerto harus bebas sampah pada 2025,” tekad wabup.

Guna merealisasikan peningkatan penanganan sampah, pada 2018 telah disusun masterplan pengelolaan sampah yangberisi rencana pengembangan pengelolaan sampah di Kabupaten Mojokerto. Upaya pembinaan pengelolaan sampah kepada masyarakat terus dilakukan bekerjasama dengan LSM dan swasta melalui program TPS 3R, Bank Sampah, Adiwiyata dan Adipura. Pembangunan sarana prasarana pengelolaan sampah seperti TPA, TPS, kontainer, alat berat, alat angkut juga dilakukan.

“Tahun 2019 ini, Pemkab Mojokerto segera membangun 8 unit TPS 3R baru. Untuk capaian pengurangan sampah, kita juga telah memiliki satu bank sampah induk hasil kerjasama Pemkab Mojokerto dengan LSM Wehasta dan PT Multi Bintang Indonesia, 217 bank sampah unit aktif, 5 unit TPS 3R, serta kawasan desa industri kecil daur ulang di Desa Kejagan dan Tawangsari Kecamatan Trowulan,” tambah wabup.

HPSN kali ini yang mengusung tema “Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai”, juga dimeriahkan kegiatan senam pagi yang diikuti kurang lebih 500 orang peserta, lomba mewarnai, lomba pantun, pelatihan pembuatan ecobrick yang diikuti peserta anggota bank sampah 18 kecamatan dan sekolah Adiwiyata, acara pembagian hadiah, serta berbagai hiburan menarik lainnya.

Acara ini juga didukung penuh PT Multi Bintang Indonesia, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, PT PRIA, Unilever, PT Wahana Tunas Utama Rucika, dan USAID. Turut hadir  dalam kegiatan ini  Ketua DPRD Ismail Pribadi, Sekdakab Herry Suwito, unsur Forkopimda, Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Asisten, Staf Ahli, serta OPD.

Usai membuka HPSN, wabup dan rombongan berkesempatan menilik test seleksi kompetensi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) Tahap I Tahun 2019, yang digelar di gedung SMKN 1 Sooko. Peserta test sejumlah 201 orang tenaga honorer K2 Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Materi yang diujikan terbagi atas ujian kompetensi (Teknis, Manajerial, Sosiokultural) dan wawancara.

Mengutip laman Twitter resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, sistem penilaian P3K 2019 Tahap I secara lengkap yakni nilai maksimun Kompetensi Teknis sebanyak 120 dengan perolehan nilai 3 jika jawaban benar dan 0 jika salah atau kosong. Kompetensi Manajerial sebanyak 40 soal dengan jawaban benar bernilai 1 dan 0 jika salah atau kosong.

Kompetensi Sosiokultural sebanyak 20 soal dengan nilai 2 jika benar dan 0 jika jawaban salah atau kosong. Sedangkan Wawancara berbasis komputer sebanyak 30 soal dengan nilai 3 atau 2 atau 1, untuk jawaban yang diberikan dan jika kosong atau tidak menjawab mendapat nilai 0. Rangkaian seleksi P3K dilakukan untuk menilai kesesuaian masing-masing kompetensi yang dimiliki peserta dengan standar kompetensi jabatan. (sam)