Budi Handaka (no 2 dari kiri)

Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Meningkatkan kecepatan penanganan perkara dengan membuat system Teknologi Informasi/TI baru perbaikan dan pembenahan sarana dan prasarana untuk mewujudkan pelayanan.

Karena itu, pihak kejaksaan menginginkan adanya peran serta masyarakat. Penegasan itu dikemukakan, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Budi Handaka di Sidoarjo Kamis (21/2) kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya membutuhkan peran masyarakat dalam mengoreksi kinerja kejaksaan, serta memberikan masukan agar pelayanan publik benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan berjalan dengan baik.

“Intinya kami ingin melakukan perubahan untuk lebih baik lagi,” kata Kajari Sidoarjo Budi Handaka.

Karena itu, kata dia, pihaknya memiliki zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Ia menjelaskan, zona integritas merupakan program yang dicanangkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk semua kementerian dan lembaga. “Jadi semua lembaga dan kementerian untuk melakukan zona integritas. Terkait dengan pencegahan korupsi dan peningkatan pelayanan publik,” ujar Budi.

Ada beberapa area perubahan. Yakni, penguatan akuntabilitas kinerja dan terakhir penguatan kualitas pelayan publik. Namun yang utama kata Budi, adalah pelayanan publik yang dilakukan sebaik-baiknya sehingga kepecayaan masyarakat bisa bertambah lagi, bahwa kejaksaan bisa melakukan penegakan hukum yang sesuai dengan good dan clean government.Secara sadar berkomitmen akan melakukan perubahan yang lebih baik, “jadikan kami Jaksa Sahabat Masyarakat, “tuturnya. (rin)