Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Informasi cepat tersebar melalui media sosial, tetapi perlu dipilah terlebih dulu mana informasi positif dan yang negatif (Hoax).

Berbagai cara dilakukan untuk menangkal berita hoax yang beredar di jagat maya. Polresta Sidoarjo menggandeng netizen Info Lantas Sidoarjo (ILS) guna memerangi berita hoax, agar tidak meresahkan masyarakat dan menjaga kondusifitas kamtibmas jelang Pemilu 2019.

Penegasan itu dikemukakan, Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar saat menghadiri Kopdargab IX ILS, di Balai Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Minggu (17/2) kemarin.

“Kami mengajak rekan-rekan netizen turut menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Sidoarjo, khususnya menjelang Pemilu 2019. Netizen memiliki peran penting bijak bersosial media. Yakni, membantu menyebar informasi positif dan menangkal hoax,” pesan Wakapolresta Sidoarjo.

Situasi pemilu 2019, dapat cepat berubah. Salah satunya pengaruh dari perkembangan informasi di dunia maya. Karenanya AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, berharap netizen Sidoarjo terus menebar kebaikan dalam transformasi informasi. “Sampaikanlah mana informasi yang baik, dan mana yang kurang tepat,” imbuhnya.

Dalam kopdargab IX ILS di Tarik ini, para netizen juga menyatakan komitmennya guna turut mensukseskan Pemilu 2019 yang aman, damai dan kondusif. Yakni, melalui deklarasi Suksesnya Pemilu 2019 dan Sidoarjo Anti Hoax.

Ketua ILS M. Sofyab Ali, mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 harus disambut dengan suka cita dan penuh kedamaian. Akan tetapi di dunia media sosial, banyak sekali beredar informasi-informasi hoax yang dapat meresahkan masyarakat. “Sebab , kami dari netizen tidak akan lelah memerangi hoax maupun ujaran kebencian. Supaya pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung aman dan damai,” ujarnya. (ttk)