Sidang ke-4 Ahmad Dhani pada agenda putusan sela di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya Selasa,(19/02) dengan agenda putusan sela

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sidang pencemaran nama baik penyebaran vlog ‘Idiot’ dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jalan Arjuno kota Surabaya, Selasa (19/2) dengan agenda mendengarkan putusan sela dari majelis hakim.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya R. Anton Widyopriono menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan oleh penasihat hukum Dhani Ahmad Prasetyo selaku terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik. Sidang pun berlanjut pada agenda pemeriksaan saksi.

“Keberatan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima,” ujar pada persidangan dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/2).

Dalam putusan sela itu, hakim juga memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dengan menghadirkan saksi-saksi. “Sidang dilanjutkan pada Selasa pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum,” jelasnya usai menutup sidang.

Menanggapi putusan sela itu, penasihat hukum terdakwa Dhani Ahmad, Aldwin Rahadian, mengaku keberatan terhadap putusan sela majelis hakim dalam persidangan tersebut.

“Sebetulnya kita sangat keberatan. Kita uji nanti di pokok perkara,” ucap Aldwin.

Pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlaku. “Kami akan mengikuti proses persidangan yang berlaku meskipun dalam surat dakwaan jaksa tidak tertanggal. Akan tetapi, rupanya majelis hakim ingin mendalami kebijakan terkait dengan perkara ini,” tandas usai persidangan.

Kendati keberatan, Aldwin mengatakan, kliennya menerima keputusan sela tersebut dan seluruh keberatan-keberatan terhadap putusan sela majelis hakim akan disusun dan diakumulasikan.

“(Keberatan) akan kita sampaikan di nota pembelaan akhir di pledoi. Jadi enggak apa-apa, kita menguji kalau hakim secara formil menilai tidak ada persoalan tapi tetap kita ada beberapa hal keberatan,” imbuhnya.

Lebih penting lagi, Aldwin menyampaikan bahwa penetapan penahan pengadilan tinggi ADP dalam perkara Vlog Vidio ini hanya selama 30 hari saja. “Artinya awal Maret ini ADP harus dibebaskan, dan persidangan bisa dilanjutkan di Jakarta,” pungkas Aldwin.

Sebelumnya, pada sidang 20 Juni 2017, Ahmad Dhani melalui tim kuasa hukumnya mengajukan eksepsi atau nota keberatan. “Kurang lebih ada 5 poin yang kami sampaikan di persidangan,” beber Aldwin Rahadian.(ton)