Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Operasional Pelindo III pada 2019 ini menargetkan kenaikan arus peti kemas menjadi 5,7 juta TEUs. Target itu naik tujuh persen jika dibandingkan arus peti kemas 2018 yang hanya 5,3 juta TEUs.

Sekretaris Perusahaan/Sekper Pelindo III, Faruq Hidayat, mengatakan, kenaikan tersebut salah satunya akan dipicu oleh peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, seiring dengan selesainya pekerjaan pendalaman kolam pelabuhan dari sebelumnya minus 8 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air laut) menjadi minus 12 meter LWS. Selain itu, kata dia, juga terjadi peningkatan arus peti kemas transhipment domestik yang dipicu oleh tarif khusus 65 persen dari tarif normal, dan juga peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Bagendang Sampit, dan Pelabuhan Bumiharjo.

“Di wilayah timur kami juga optimis meningkat seperti di Kupang. Karena ada pembangunan industri mangan di wilayah tersebut, serta di Waingapu yang juga ada pembangunan industri gula,” kata Faruq, kepada bisnissurabaya.com, Sabtu (16/2) siang.

Untuk curah kering ditargetkan mencapai 72 juta ton atau meningkat tipis sekitar 1 persen dari tahun 2018 yang berkisar 71 juta ton. Sedangkan untuk curah cair ditargetkan sebesar 3,1 juta meter kubik atau meningkat 6 persen dari tahun 2018 yang berkisar 2,9 juta meter kubik.

Kemudian untuk arus penumpang kapal laut ditargetkan mencapai 3 juta orang atau meningkat 5 persen dari tahun 2018 yang berkisar 2,9 juta orang.

Arus hewan juga ditargetkan 122.000 rekor atau tumbuh tipis 1 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar 120.000 ekor hewan. Arus kunjungan kapal juga ditargetkan meningkat dari sekitar 66.000 unit atau setara 264 juta gros ton di tahun 2018 menjadi 69.000 unit atau setara 276 juta gros ton di tahun 2019, atau tumbuh sekitar 4-5 persen.

“Target peningkatan yang di segala segmen bisnis operasional pelabuhan Pelindo III tersebut membuat proyeksi target pendapatan usaha juga meningkat. Pendapatan usaha tahun 2018 sekitar Rp 10 triliun dan ditargetkan meningkat 11 persen di tahun 2019 atau sekitar Rp 11,2 triliun,” pungkas Faruq Hidayat. (bw)