Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sehari setelah dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (13/02) sore, Gubernur dan Wakil Gubernur

Jawa Timur periode 2019 – 2024 Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak diarak konvoi menandai berakhirnya proses Pilkada langsung di Jawa Timur.

Arakan itu sepanjang rute konvoi dari Juanda dilanjutkan ke kediaman Kyai Asep di Jalan Siwalankerto, lalu menuju ke masjid agung Surabaya, dan melanjutkan konvoi ke Grahadi dari Tugu Pahlawan. Kedua pemimpin terpilih provinsi Jatim tersebut, terus melambaikan tangan ke masyarakat.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Timur kembali bersatu membangun Jatim yang lebih makmur. Setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Rabu, (13/02) ini adalah menandai berakhirnya proses Pilkada langsung di Jatim,” jelas Khofifah.

Dikatakannya, pekerjaan utama dalam pembangunan di Jatim adalah mengatasi ketimpangan ekonomi antara wilayah desa dan kota, dimana kemiskinan didesa cukup tinggi, serta ketimpangan wilayah selatan dan utara Pulau Jawa.

“Pak Emil saat menjadi Bupati Trenggalek, tentu beliau lebih paham bagaimana pengentasan kemiskinan dan kegiatan pembangunan diwilayah selatan,” jelasnya.

Di wilayah selatan kita nanti bersama-sama melakukan penguatan ekonomi masyarakat dengan melakukan pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami memohon doa dan restu seluruh masyarakat Jawa Timur, agar dalam mewujudkan program – program pembangunan senantiasa diberikan kemudahan,” imbuhnya.

“Kami ingin masyarakat Jatim mulya hidupnya, mulya keluarganya. Saya dan mas Emil siap melayani kalian semuanya. Kami berharap menjadi bagian yang bisa memberi pelayanan dan respon cepat, guna mensejahterakan masyarakat Jatim”, sahut Khofifah.

Untuk mewujudkan kesejahteran masyarakat provinsi Jatim, Khofifah juga akan menjalankan sembilan program unggulan dengan tagline CETAR (Cepat, Efektif, dan Efisien, Tanggap, Transparan dan Responsif), yang segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Masyarakat Jatim tidak perlu khawatir. Saya minta dinas – dinas di pemprov Jatim harus cepat dalam memberi pelayanan efektif dan efisien. Dinas – dinas juga harus tanggap, transparan terhadap anggaran dan responsif terhadap masyarakat Jatim”, tambahnya.

Untuk menunjang percepatan kemakmuran provinsi Jatim disamping program CETAR, Khofifah dan Emil Dardak juga bakal mengakomodasi ide rivalnya dalam Pilgub lalu yakni Gus Ipul dan Mbak Puti.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Gus Ipul dan Mbak Puti, bahwa ide – ide gagasan, program – program substantif dari beliau, yang dulu dirumuskan oleh seluruh timnya. Kami sudah izin untuk bisa mengakomodasi di dalam program – program Jatim Lima tahun ke depan”, pungkasnya.(ton)