Dakwaan JPU Dianggap Tak Tepat, Kuasa Hukum Tolak Penahanan Ahmad Dhani

147
Ahmad Dhani saat mengikuti sidang di ruang cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (12/02)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah menjalani sidang di ruangan cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Ahmad Dhani langsung keluar dan dikembalikan ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Saat sidang mulai selesai, Politisi Partai Gerindra itu mempertanyakan soal undang-undang yang menjeratnya saat ini. Dhani juga mengungkapkan berdasarkan pendapat ahli hukum pidana Profesor Andi Hamzah. Kepada Majelis Hakim PN Surabaya, ia membandingkan jeratan tersebut dengan undang-undang yang sama di Belanda yang sudah tidak ada pidananya yang bersifat hukum administrasi negara seperti tindak tilang, pelaku bukan untuk dihukum pidana.

“Sebagai bahan pertimbangan saja majelis hakim, saya pernah mendengar dari Profesor Doktor Andi Hamzah bahwa undang-undang seperti ini, di Belanda sudah tidak ada pidananya. Mohon jadi pertimbangan majelis hakim,” pinta Dhani dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Namun, saat keluar dari ruang sidang, Dhani dikawal kuasa hukumnya beserta jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sempat memanas terjadi perdebatan antara pengacara dengan Jaksa. Ahmad Dhani pada saat itu hendak dibawa ke ruang tahanan untuk diamankan terlebih dahulu.

Sebelum memasuki ruang tahanan, kericuhan terjadi. Kericuhan itu bermula ketika kuasa hukum menolak Dhani untuk dibawa ke rutan Medaeng. Pasalnya, Dhani belum divonis dan tidak bisa ditahan karena belum ada status penahanan terhadap dirinya.

Beberapa Tim Kuasa Hukum Ahmad Dhani sempat adu mulut dengan para jaksa hingga saling dorong karena menolak penahanan kliennya itu.

“Dhani tidak boleh dibawah, statusnya Dhani itu hanya pinjaman, tidak boleh kayak ini. Kami ini kuasa hukumnya atas dasar apa kalian menghalangi kami, atas dasar apa ditahan,” teriak salah satu Kuasa Hukum Dhani.

Dhani sempat melakukan klarifikasi kepada para wartawan yang hadir pada saat sidang” Perlu saya klarifikasi bahwa saya bukan tahanan di Surabaya status diri saya masih belum ada putusan dari kasus ini. Skali lagi, saya klarifikasikan bahwa saya bukan tahanan di Surabaya,” tegas pentolan Band Dewa 19 itu.

Beberapa Jaksa pun terlihat ikut menghadang para awak media beserta para kuasa hukum untuk menemui Ahmad Dhani yang akan dipindahkan.
“Sudah mas, sudah ya mas,” sahutnya.

Tak lama kemudian, salah satu orang pendukung Ahmad Dhani meneriakkan takbir. Hal itu membuat suasana semakin panas lantaran teriakan tersebut berada di sebelah salah satu wartawan yang sedang meliput.

Selang beberapa menit, akhirnya kuasa hukum dan awak media berhasil meredam suasana dan Ahmad Dhani langsung diberangkatkan menuju Rutan Klas I Surabaya.

Sementara, Pengacara Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian mengatakan unsur utama dalam delik Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) UU ITE tersebut, menurut dia, adalah mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menjadi objek tindak pidana.
“Untuk menentukan locus delictinya haruslah ditentukan di manakah terdakwa mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menjadi objek tindak pidana,” jelasnya.

Selain itu, yang dapat melakukan pengaduan (klacht) atas pelanggaran Pasal 27 Ayat (3) UU ITE hanyalah korban yang dicemarkan nama baiknya atau dihina. Karena Pasal 27 Ayat (3) UU ITE penerapan keberlakuannya terikat dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Menurutnya, yang harus menjadi korban dan melakukan pengaduan terhadap pelanggaran Pasal 27 Ayat (3) UU ITE adalah perorangan, bukan organisasi, perkumpulan, atau badan hukum.

Oleh karena itu, tim kuasa hukum menilai, berdasarkan keseluruhan uraian tersebut penasihat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan sela dengan seadil-adilnya.

“Kami meminta kepada majelis hakim menerima eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa melalui pendakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum,” ujarnya.
Menanggapi eksepsi ini,

Seperti diketahui, sidang lanjutan, Ahmad Dhani akan dilakukan hari Kamis mendatang dengan agenda tanggapan eksepsi jaksa terhadap kuasa hukum Ahmad Dhani.(ton)