Ketua Panitia, Bambang (tengah).

Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 12.000 onthelis dari seluruh Indonesia memeriahkan event Internasional sepeda onthel kuno. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari luar negeri. Diantaranya, dari Malaysia dan Thailand.

Ketua Panitia, Bambang, menyatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Jadi Sidoarjo ke-160. Serta ulang tahun Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) ke-11.

Selain itu, ngonthel bareng yang memakai baju lurik ini memecahkan rekor dunia Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) dengan peserta terbanyak.

“Kegiatan ngonthel dengan memakai sepeda kuno dan berbaju lurik ini memecahkan rekor dunia Leprid dengan peserta terbanyak,” kata Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.

Saiful, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-160. Kegiatan ini dengan memakai baju lurik, juga untuk melestarikan budaya lokal untuk meningkatkan daya tarik wisatawan lokal maupun manca negara.

“Dengan event seperti ini semoga menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun manca negara,” tambah Saiful.

Sementara itu, Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka, mengatakan, ngonthel bareng ini memecahkan rekor nasional dan rekor baru, dengan nomor urut ke-44. Sebelumnya di Semarang ngonthel Kebangsaan dengan peserta 8.000. Sementara itu di Sidoarjo ngonthel ini pesertanya tembus 12.000, yang 10 memakai baju lutik. Ini pertama kali di Indonesia yang memakai baju lurik.

“Dengan kegiatan seperti itu, untuk melestarikan budaya nasional, karena baju lurik merupakan baju adat tradisi Jawa, yang perlu dilestarikan,” jelas Paulus.

Sementara itu, Chirawat Tancharoen (32) salah satu peserta ngonthel bareng dari Thailand, melalui penterjemahnya mengaku sangat kagum dengan peserta yang luar biasa dan banyak sekali. Kedatangannya ke Sidoarjo ini hanya ingin menjalin persaudaraan sesama pencinta sepeda onthel.

“Pencinta sepeda onthel di Indonesia sangat luar bisa. Kami sangat bangga melihat tali persaudaraan ini,” kata Chirawat. (ttk)