Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Revolusi Industri 4.0 dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui roadmapnya yang disebut Making Indonesia 4.0. Revolusi Industri 4.0 sangat erat hubungannya dengan perkembangan teknologi internet yang sangat cepat.

“Industri 4.0 merujuk pada tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Di dalamnya mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif,” kata CEO PT Meeber Teknologi Indonesia, Rudy Hartawan, Senin (11/2) siang.

Meski demikian, kata dia, jika bicara pada penerapan Revolusi Industri 4.0 tak hanya terbatas pada industri manufaktur. Melainkan implementasi layak pada sektor lain, salah satunya industri bisnis kuliner.

Penerapan Revolusi Industri 4.0 di Bisnis Kuliner, tren otomasi yang dimaksud pada konsep Industri 4.0 bertujuan meningkatkan kecepatan dan menekan beaya produksi serta mampu menjamin kualitas produk yang baik dan stabil.

Hal ini, kata dia, apabila diterapkan pada bisnis kuliner, maka pelaku usaha bisnis kuliner akan mendapatkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang selama ini timbul.

Seperti kualitas SDM yang dirasa kurang mumpuni, beaya operasional yang tinggi atas gaji karyawan, turn over karyawan yang tinggi. Dan penerapan training yang konsisten dan merata sehingga berdampak pada pemeliharaan kualitas pelayanan dan standar operasional yang sulit diterapkan.

Berkaca pada 10 tahun terakhir, sudah banyak bermunculan solusi digital melalui platform online yang sejalan dengan konsep Industri 4.0. Contohnya reservasi tempat, pemesanan online untuk ambil di tempat maupun layanan antar dan masih banyak yang lain.

Ragam solusi tersebut terus berkembang pesat dalam memberikan revolusi otomasi atas bisnis kuliner. Namun, solusi tersebut lebih banyak memfokuskan diri pada tahap pra-kunjungan. Yaitu, transaksi yang terbentuk tanpa melakukan kunjungan ke suatu bisnis.

Ini yang mengakibatkan munculnya pertanyaan, bagaimana dengan transaksi yang terjadi pada saat pelanggan setiap kali berkunjung? Dan ini sebenarnya garis tebal yang harus dijawab perihal volume transaksi terbesar di bisnis kuliner.

Seiring percepatan teknologi, kata dia, Meeber berhasil menghadirkan produk inovatifnya, masing-masing MeeberLite yang menjadi solusi bisnis aplikasi bagi pelaku bisnis kuliner (merchant) dan Meeberian yang hadir menjawab kebutuhan aplikasi bagi pelanggan atau penikmat kuliner.

Dimana aplikasi tersebut menjawab solusi otomasi bisnis kuliner saat berkunjung mulai dari proses pemesanan, pembayaran secara digital yang nyaman dan aman dengan dilengkapi fitur interaksi pendukung antara pelaku bisnis kuliner dalam hal ini merchant dengan pelanggannya.

Tak hanya itu, aplikasi Gratis ini juga menawarkan keuntungan bagi pelaku bisnis kuliner untuk mengetahui wawasan pelanggan, umpan balik (feedback) dari pelanggan lewat penerapan sistem loyalty program yang mudah dan tanpa biaya serta kemudahan untuk berkomunikasi dengan pelanggannya dalam hal penawaran produk, promosi dan masih banyak lagi yang lain untuk dieksplorasi.

Melalui solusi digital yang dimiliki Meeber, pelaku usaha bisnis kuliner mendapatkan kemudahan yang luar biasa dalam menjalankan bisnisnya terutama atas layanan makan di tempat sebagai wujud revolusi industri 4.0 di binis kuliner. (bw)