Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Sinergi menanggulangi narkoba sudah dilakukan. Diantaranya dari Direktorat Bea Cukai (Juanda, Batam, Kantor Wilayah DJBC Jatim I, Lab Bea Cukai BLBC Kelas II Surabaya) dengan Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, Satresnarkoba Polresta Barelang, Imigrasi Bandara Juanda dan Pengamanan Bandara. Namun, penyelundupan narkoba tetap terjadi. Kali ini, tersangka berinisial AZ (26) warga Selat Tanjung Medan, Datuk Banjar Timur, Tanjung Balai berupaya menyelundupkan sabu yang dimasukkan dalam shockbreaker pada Kamis (24/1) lalu. Dan kejadian kedua pun pada Minggu (3/2) juga dilakukan O yang kini diamankan petugas Bea Cukai Batam.

Kepala Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto, mengatakan, kejadian bermula saat petugas mencurigai salah satu penumpang pesawat Air Asia (QZ-325) rute KUL – SUB dengan gerak gerik mencurigakan. Lantas barang bawaannya akhirnya diperiksa petugas dan ditemukan dalam shockbreaker 8 bungkus kristal putih dengan berat sekitar 1.110 gr yang diduga narkoba jenis methamphetamine. Sedangkan pada Minggu (3/2) penumpang Lion Air (JT948) berinisial O juga dicurigai membawa sabu. Tetapi dibuang dalam tempat penyimpan pelampung di tempat no 15E sesuai dengan boarding pass tersangka dan ditemukan 4 bungkus plastik hitam berisi kristal putih dengan berat bruto 525 gr.

“Kedua tersangka akan kami kenakan dengan ancaman hukuman pada pasal 113 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 102 huruf e UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006,” kata Budi. (ttk)