Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Puluhan Asosiasi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) yang ada di Indonesia mengunjungi Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (6/2) kemarin. Mereka mengunjungi Kantor Sekretariat Asosiasi LPPL Jawa Timur/Jatim. Mereka berasal dari Kominfo Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan/Sumsel Deli Serdang Medan Sumatera Utara/Sumut maupun dari Bandung serta Kabupaten Magelang. Tampak Kominfo Jambi serta Labuha Bajo NTT hadir dalam kesempatan tersebut.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sidoarjo Evi Rupitasari, menceritakan keberadaan LPPL Radio Suara Sidoarjo seiring berdirinya Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2017. Keberadaan LPPL Radio Suara Sidoarjo dikuatkan dengan Perda. Perda tersebut mengatur dana hibah bagi Radio Suara Sidoarjo.

Ia katakan LPPL Radio Suara Sidoarjo merupakan radio partner Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi LPPL Jawa Timur Aries Widojoko, menambahkan, radio industri kreatif. Karena itu, butuh kreatifitas dalam mengembangkan sebuah radio. LPPL dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) sangat berbeda. Bentuk dan regulasinya berbeda satu sama lainnya. Oleh karenanya menangani LPPL penuh tantangan.

 

Banyak batasan dan koridor yang membatasinya. Namun ia menuntut kreatifitas dihadirkan dalam mengembangkan LPPL. Kalau tidak dilakukan, LPPL akan dilibas LPS.

Menurut dia, cara-cara revolusioner dan inovatif harus dihadirkan untuk membangkitkan keberadaan LPPL. Cara-cara tersebut telah digunakannya semenjak berdirinya LPPL Radio Suara Sidoarjo.

Ia mengatakan, masa depan radio analog akan tertinggal bila tidak mengikuti teknologi. Radio digital akan menggantikan keberadaan radio analog saat ini. Karena itu, ia minta LPPL memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. Salah satunya dengan memanfaatkan internet dengan membuat aplikasi streaming radio. (ttk)