Ahmad Dhani dengan menggunakan kaos 'Tahanan Politik' saat memasuki ruang sidang cakra di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (07/02).

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sidang perdana Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Surabaya berlangsung 30 menit. Sidang yang digelar di ruang Cakra banyak dipenuhi oleh pendukung.

Ahmad Dhani Prasetyo yang menggunakan kaos ‘Tahanan Politik’ itu digiring ke ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya itu diantar beberapa pendukung dan pengacara.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim R Anton Widyoproyono ini molor 5 menit. Sidang dimulai pukul 09.00 WIB, dengan pembacaan dakwaan. Sidang pun berjalan selama 30 menit.

Pembacaan dakwaan berlangsung selama 15 menit itu dengan dakwaan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum Rahmat Hari Basuki. Jaksa mendakwa Ahmad Dhani dengan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI NO. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no. 11 tahun 2008 tentanf UU ITE.

Selain itu, Jaksa Rakhmat meminta kepada majelis hakim untuk penetapan pengalihan penahanan ke Rutan Klas I Medaeng, Surabaya.

“Surat penetapan no. 386/Pen.PID/2019/PT.DKI sejak 29 januari 2018 di mana terdakwa dialihkan penahanannya ke Rutan Medaeng,” jelas JPU Rakhmat.

Menanggapi hal itu dengan tegas pihak kuasa hukum menolak dengan mengajukan eksepsi. “Kami juga ada penetapan dari Pengadilan Tinggi dalam surat no. 385/Pen.PID/2019/PT.DKI, berarti ada dua penetapan tanggal 31 januari. Pengertian kita dalam perkara ini kan sifatnya pinjam saja ,maka penetapan tetapnya di Rutan Cipinang,” jelas kuasa hukum Ahmad Dhani itu.

“Kami keberatan, beliau (terdakwa) melalui kami juga keberatan bila penahahan dipindahkan ke (Rutan Klas 1 Surabaya) Medaeng,” timpalnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua majelis Anton Widyopriyono menjelaskan bahwa surat yang dipegang oleh JPU merupakan surat tentang penetapan pemindahan penahanan. Sementara surat yang dipegang oleh kuasa hukum surat penahanan di Cipinang terkait kasus di Jakarta.

“Untuk kewenangan memutuskan itu tetap kewenangan Pengadilan Tinggi, jadi selama terdakwa menjalani sidang di PN Surabaya terlalu beresiko jika harus bolak balik dari Jakarta,” tandas ketua majelis Anton.

Artinya, Ahmad Dhani diminta menghuni Rutan Medaeng selama menjalani sidang di PN Surabaya. Oleh sebab itu, demi menyingkat waktu, sidang akan digelar dua kali dalam seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis. Usai sidang, ADP langsung dicebloskan ke Rutan Medaeng, Surabaya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini bermula saat Ahmad Dhani hendak menghadiri deklarasi tagar 2019 Ganti Presiden di Surabaya dan dihadang sejumlah massa cinta NKRI. Saat itu dalam vlog-nya, Ahmad Dhani sempat mengatakan para penghadangnya ‘idiot’.(ton)