Dr Suko Widodo. (Foto/patrik)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 yang di pusatkan di Surabaya menjadi perhatian banyak pihak. Selain dianggap paling siap infrastrukturnya, kota ini juga dipandang sebagai Kota Informatif berkelas dunia. Di era modern seperti sekarang ini, banyak sekali ketidakpastian/anomaly. Semua bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Termasuk dengan keberadaan profesi wartawan.

Pakar Komunikasi Publik Universitas Airlangga/Unair Surabaya, Suko Widodo, mengatakan, keberadaan Undang-undang/UU No 40 tahun 1999 tentang Pers mengamanatkan untuk melakukan sertifikasi profesi wartawan. Sertifikasi, sangat penting dan sesuai tuntutan profesi. Namun, sesungguhnya yang lebih penting lagi adalah reward yang diberikan oleh negara kepada mereka yang telah melaksanakan sertifikasi. Sebagaimana negara telah memberikan penghargaan kepada profesi guru.

Peran wartawan, dimata Suko, diharapkan bisa menjadi pilar demokrasi keempat setelah lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif ini, masih sebatas jargon. Dan belum menjadi kekuatan riil, karena masih belum bisa  melepaskan diri dari pengaruh kekuatan dan dominasi pihak lain. Utamanya alat kekuasaan.

Menurut dia, penguatan kapasitas wartawan perlu dilakukan melalui perubahan regulasi yang mengatur keamanan dan kesejahteraan wartawan. “Hal ini penting, supaya wartawan tetap berdaulat saat menjalankan profesinya. Mengingat, wartawan menghasilkan karya intelektual jurnalistik,” kata Suko, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Banyaknya pemilik media yang tidak memiliki semangat jurnalisme, kata dia, hanya akan  menjadikan media massa mengejar keuntungan semata. Tidak lagi menjalankan fungsi utamanya sebagaimana yang diatur dalam UU tentang Pers. ‘’Mungkin ada benarnya pendapat mantan Menteri Penerangan Harmoko. Dia berpendapat sebaiknya saham media juga dimiliki wartawannya,” jelas Suko Widodo.

Negara, menurut dia, seharusnya juga hadir untuk mengatur pola hubungan industrial antara perusahaan media dengan wartawan. Termasuk besaran gaji dan tunjangan ideal untuk  wartawan sebagaimana yang pernah disuarakan oleh wadah profesi wartawan PWI.

“Di Inggris, media massa wajib mempunyai uang jaminan untuk kepentingan wartawan. Pada saat media massa hendak mendirikan perusahaan,” tambahnya. Demikian juga dengan Hoak yang terjadi di masyarakat belakangan ini, bisa dengan mudah ditangani, jika seluruh insan pers bersatu dan bekerjasama. (nanang)