(foto/oso)

Tuban, (bisnissurabaya.com) – Pembangunan kilang minyak di Tuban ditentang warga. Mereka menilai tidak terdapat perubahan yang lebih baik dengan adanya pabrik kilang itu.

Ratusan warga Desa Wadung, Rawasan, Sumurgeneng, dan Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menolak rencana pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (NGRR).  Perusahaan ini  patungan antara PT Pertamina dan Rosneff asal Rusia.

Asparasi penolakan kilang minyak warga Kecamatan Jenu itu disampaikan langsung ke DPRD Tuban, Jawa Timur, pekan lalu. Mereka berkeyakinan adanya industri di wilayahnya tidak membawa perubahan yang lebih baik. “Kami menolak rencana pembangunan kilang minyak,” kata Wantono, salah satu warga yang menolak NGRR.

Saat di gedung DPRD mereka juga membawa sejumlah  poster yang bertuliskan, diantaranya,”kami menolak kilang minyak, tanah kami hak paten, menolak penlok (penentuan lokasi) kilang minyak melanggar hukum, tanah kami harga mati,” dan beberapa tulisan lainnya.

Sedianya mereka ingin menyampaikan aspirasi penolakan NGRR langsung ke Miyadi, Ketua DPRD Tuban. Namun, saat itu Ketua DPRD bersama anggota tengah kunker ke Jogja. Warga yang jumlahnya ratusan itu hanya ditemui salah satu anggota DPRD Tuban, Nurhadi Sunar Endro. “Aspirasi bapak ibu akan kami sampaikan ke pimpinan dewan,” ujar Nurhadi  menghibur warga.

Munasih, salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu yang ikut aksi, menyampaikan, kedatangan warga ke kantor dewan untuk menyampaikan aspirasi, dan menyerahkan berkas terkait penolakan kilang minyak.”Kami menyampaikan aspirasi rakyat, karena kabarnya Penlok sudah turun. Kami menolak Penlok, dan pembangunan kilang,” ungkap Munasih berapi-api.

Ia menuding Pertamina telah menyalahi aturan dan hukum yang berlaku dengan turunnya Penlok pembangunan kilang. Sebab, sejauh ini belum ada kesepakatan antara perusahaan dengan pemerintah desa atau warga.

“Pihak desa secara tertulis dan bermaterai resmi menolak kilang. Jika Penlok turun maka itu melanggar hukum,” pungkasnya.

Meski ada penolakan dari warga, pihak Pemkab Tuban maupun PT Pertamina optimis pembangunan kilang minyak NGRR bakal terlaksana di Tuban. Sebab, pembangunan kilang minyak berkapasitas 300 ribu barel per hari itu lebih menguntungkan dibangun di Tuban dibanding tempat lain.

“Fasilitas di Tuban sudah memadai, apalagi jalur laut sangat memungkinkan dan kecil potensinya gempa. Apalagi, sudah ada TPPI,” jelas Humas  PT Pertamina Marketing Operational Region (MOR) V, Rustam Aji usai sosialisasi pembangunan NGGR di Jenu, Tuban, beberapa waktu lalu.

Pihaknya sangat memahami dinamika masyarakat saat   ada pro kontra. Apalagi, rencana pembangunan kilang minyak yang diperkirakan investasinya Rp 175 triliun itu baru tahap awal disampaikan ke warga. “ Ya wajar ada yang pro dan kontra, ini kan hal baru bagi warga. Saya yakin jika warga sudah memahami pasti akan mendukungjya,” tambah Rustam. (oso)