Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Buku adalah jendela ilmu,  dengan buku bisa banyak mengenal dunia baru, makhluk baru tempat baru, dan ilmu baru. Banyak tokoh besar baik nusantara maupun mancanegara yang terpesona dengan lembaran kertas berjilid ini.

Sebut saja Bung Karno, Bung Hatta, bahkan Albert Einstein, dan masih banyak lagi. Mereka semua adalah pembaca buku yang rajin, bahkan bisa disebut kutu buku. Sekolah untuk kaum disabilitas Karya Mulia yang terletak di Jalan Ahmad Yani  Surabaya adalah salah satu dari lembaga pendidikan yang juga menyadari betapa pentingnya keberadaan perpustakaan di lingkungan mereka.

Beberapa waktu yang lalu mereka bekerjasama dengan beberapa pihak mewujudkan berdirinya sebuah perpustakaan yang mereka beri nama “Svara” yang artinya suara. “Nama ini seakan-akan hendak memberi pesan bahwa buku bisa menjadi suara bagi mereka yang rata-rata mengalami gangguan fungsi pendengaran,” jelas Guru Karya Mulia Sukamto.

Pihak yang memberikan kontribusi buku antara lain Rotary Club Of Mount Lawley Perth Australia, Rotary Club Of Surabaya Indonesia, Indonesian Catholic Youth Organization (ICYO) Perth Australia,  dan Australian Indonesian Bussines Council (AIBC) Perth Australia. Beberapa waktu yang lalu Pemerintah Australia yang diwakili oleh Konsul Jenderal Australia di Surabaya  berkenan menghadiri peresmian perpustakaan Svara yang terletak di lantai 2 tersebut.

Berbagai acara unjuk kebolehan  ditunjukkan oleh siswa siswi SLB Karya Mulia untuk menyambut tamu dari Negeri Kangguru tersebut, mulai dari pertunjukan tarian, gerak dan lagu, sampai seni musik angklung. “Pemerintah Australia merasakan kehangatan tersendiri saat mereka bersama anak-anak disabilitas yang ada di SLB Karya Mulia,” jelas Sukamto.

Setiap tahun lulusan SLB Karya Mulia banyak disalurkan di dunia kerja. Antara lain di Hotel Moscha, Hotel Mercure, Restoran Carl JR, dan lain-lain. (nanang)